Realtime

Jemput Bola Perekaman KTP Elektronik

Radarbekasi.id – Pemerintah Kecamatan Tambun Utara melakukan upaya jemput bola perekaman KTP Elektronik dengan mendatangi sejumlah desa di wilayahnya. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan warga dalam melakukan perekaman.

Pasalnya, Kemendagri melalui surat edaran Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) bakal memblokir data kependudukan warga yang belum melakukan perekaman KTP Elektronik hingga 30 Desember 2018.

Camat Tambun Utara, Dodo mengaku kasihan apabila data kependudukan warganya sampai diblokir. Sebab, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengurusnya. Oleh karena itu, pihaknya melakukan program jemput bola untuk memudahkan warga dalam melakukan perekaman. Menurutnya, sasaran utama dalam program jemput bola ialah warga di wilayah Desa Karang Satria.

“Karena jumlah penduduk Desa Karang Satria yang wajib KTP Elektronik sangat banyak, diatas 60 ribu,” ujarnya, Jumat (9/11).

Lebih lanjut, dikatakannya, selama satu minggu Kecamatan Tambun Utara hanya mendapatkan jatah 400 keping blangko. Meskipun demikian, perekaman KTP Elektronik harus dilakukan supaya data kependudukan warganya tidak diblokir.

“Selama 10 hari di Desa Karang Satria, sebanyak 3 ribu warga yang perekaman, sisanya 2.600 warga yang belum perekaman di Desa Karang Satria, dan kita sarankan agar melakukan perekaman dikantor Kecamatan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, upaya jemput bola tidak hanya dilakukan di Desa Karang Satria. Tetapi juga di desa lain yang warga wajib KTP Elektroniknya banyak tetapi jauh dari kantor kecamatan, seperti Desa Jejalen, Setiajaya, dan Setiamekar.

“Kalau desa yang dekat kita sarankan ke kantor kecamatan, karena di kecamatan juga melayani perekaman. Tetapi untuk di desa lain waktunya hanya tiga hari, kalau di Desa Karang Satria 10 hari,” terangnya.

Menurutnya, program jemput bola juga bagian dari peningkatan layanan kepada masyarakat. Apalagi, selama ini pelayaan KTP Elektronik menjadi salah satu permasalahan yang ada di Kecamatan Tambun Utara karena banyak pungutan liar.

“Dengan pelayanan seperti ini dipastikan besok KTP Elektronik langsung jadi, asalkan blangkonya ada. Kalau suket langsung dapat setelah perekaman,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karang Satria, Zaenudin mengatakan, banyaknya warga yang belum perekaman karena tidak adanya alat perekaman.”Karena enggak ada alat untuk perekaman, makanya banyak warga yang belum perekaman, ditambah jumlah warga wajib KTP diatas 60 ribu, itu kendalanya,” tutupnya (pra).

Close