Bisnis

OSS Tingkatkan Daya Saing

Radarbekasi.id – Himpunan Kawasan Industri menilai pelaksanaan Online Single Submission (OSS) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 merupakan strategi pemerintah untuk mempercepat dan mempermudah proses perizinan berusaha, yang selama ini banyak dikeluhkan oleh Investor.

“Terkait dengan hal tersebut salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing Investasi khususnya di sektor Industri manufaktur antara lain mengoptimalkan keberadaan Kawasan-Kawasan Industri,” kata Ketua Umum HKI, Sanny Iskandar.

Disisi lain, tambah Sanny, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 142 tahun 2015 dinyatakan bahwa perusahaan industri atau kegiatan usaha didalam Kawasan Industri dikecualikan dari izin lingkungan, namun diwajibkan untuk menyusun UKL–UPL.

Sehingga terjadi kontradiktif dengan Undang-Undang No.32 tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 36 ayat (1) bahwa “Setiap usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki AMDAL atau UKL–UPL wajib memiliki Izin Lingkungan“.

Menurutnya, persoalan tersebut menjadi permasalahan yang sangat penting baik bagi pengelola kawasan industri maupun kalangan investor yang akan mendirikan usaha yang berlokasi di kawasan industri, karena belum adanya kepastian hukum.

Sementara itu, lanjut Sanny, keinginan pemerintah untuk menghindari adanya duplikasi perizinan, dimana izin-izin yang telah dimiliki oleh perusahaan kawasan industri tidak lagi harus dimiliki oleh perusahaan Industri di dalam Kawasan Industri.

“Kondisi diatas telah dibahas berulang kali dalam rapat–rapat koordinasi, namun masih belum menghasilkan suatu keputusan yang final,” tuturnya. (oke)

Related Articles

Back to top button