Cikarang

Psikologis ASN Bekasi Terdampak

Radarbekasi.id – Pasca penangkapan Bupati Bekasi nonaktif, Neneng Hasanah Yasin dan sejumlah pejabat oleh KPK, roda pemerintahan kini terkesan lesu.

Kemungkinan hal itu merupakan dampak psikologis dari para pejabat dan pegawai Pemerintahan Kabupaten Bekasi pasca KPK melakukan OTT terkait suap izin Meikarta. “Secara psikologis saya kira berdampak,” kata akademisi Unisma Bekasi, Adi Susila, Kamis (8/11).

Salah satu dampak psikologis yang ditimbulkan dari kejadian tersebut, menurut Adi, bisa berujung pada rasa takut Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi panitia pengadaan barang dan jasa. “ASN takut menjadi panitia pengadaan barang dan jasa. Khususnya yang nilai proyeknya besar (di atas Rp1 miliar),” katanya.

Seharusnya pasca KPK ‘mengobok-obok’ beberapa kantor dinas dan gedung bupati tidak lantas membuat ASN lesu. Karena kata Adi, saat ini Kabupaten Bekasi sudah memiliki Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi.

“Sekarang kan sudah ada Plt Bupati. Seharusnya Plt Bupati segera menggerakkan roda pemerintahan. Di sinilah Plt Bupati diuji kepemimpinannya,” katanya.

“Makanya, kejadian kemarin mestinya dijadikan momentum oleh Plt Bupati untuk menerapkan good governance dan open government,” tambahnya.

Disinggung berapa lama kondisi lesu seperti saat ini akan berakhir, Adi tidak bisa menjawab. Menurutnya semua itu tergantung dari pimpinan.

“Tergantung pimpinan bisa mengembalikan kepercayaan bawahannya nggak? Menurut saya iya (kuncinya pimpinan),” katanya. (enr/pjk)

Related Articles

Back to top button