Berita Utama

DLH: Tanah Peponcol Menyerupai Lahan Gambut

Radarbekasi.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi meminta warga tidak mendekati titik panas tanah peponcol sebelum ada kepastian hasil kajian atas fenomena tersebut.

DLH sudah menurunkan tim ke lokasi tanah yang mengeluarkan hawa panas dan berasap di Kampung Peponcol Desa Ridomanah Cibarusah Kabupaten Bekasi.

Hasil pantauan dilapangan pihaknya melihat kondisi tanah yang menyerupai tanah gambut.

Hal itu diungkapkan Seketaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Kuswaya. Struktur tanah dilokasi berwarna coklat kehitaman, dan dibeberapa bagian terdapat serbuk berwarna kekuningan seperti belerang yang memiliki kriteria menyerupai tanah gambut.

“Saya sudah mendapat laporan mengenai fenomena tersebut, kami menduga karena struktur tanah disana (tanah gambut), tapi itu harus kita buktikan dulu di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat. Kita akan kirimkan surat secepatnya, agar bisa dilakukan penelitian,” ujarnya Jum’at (9/11).

Selain melaporkan ke Dinas ESDM Jabar, pihaknya juga akan bersurat ke Pertamina. Hal itu menyusul adanya laporan warga dilapangan bahwa lokasi tersebut sempat ditunjau oleh pihak Pertamina dan dikatakan memiliki kandungan minyak.

“Menurut keterangan warga, dilokasi ini ada minyaknya, karena sebelumnya pernah di cek oleh pihak Pertamina, makanya rencananya Senin (12/11) kita akan mengirim surat ke Pertamina untuk meminta bantuan melakukan pengecekan,” ujarnya.

Dia berharap, warga sekitar  tidak mendekati lokasi tersebut, sebelum ada keterangan pasti mengenai fenomena itu. Khawatirnya asap yang dikeluarkan berbahaya. Dirinya juga meminta pihak kepolisian memasang garis polisi, agar warga tidak mendekati lokasi.

“Kita semua masih menunggu hasil penelitian, sementara warga dan pengunjung yang datang ingin melihat, jangan terlalu dekat, karena kita belum tahu ini bahaya atau tidak,” harapnya.

Terpisah, Kapolsek Cibarusah, AKP Sutarman mengaku sudah melakukan peninjauan kelokasi tersebut. Namun hingga saat ini disekitar lokasi tidak dipasang garis polisi. Karena menurut penurutan warga kejadian tersebut biasa terjadi, hanya saja  sekarang volume asapnya lebih besar.

Dilokasi tersebut hanya dipasang tali pembatas, agar warga yang datang kelokasi bisa menjaga  jarak, mengingat banyak warga yang datang ingin melihat langsung.

“Bimaspol sudah stanby disekitar lokasi, agar bisa memantau pengunjung yang berdatangan. Karena kita belum tahu itu bahaya atau tidak, sehingga pengunjung diharapkan jangan terlalu mendekat kelokasi,” ucapnya. (pra)

Related Articles

Back to top button