BudayaRealtime

Peringati Hari Pahlawan, Komunitas Historia Helat Bekasi Tempo Doeloe

Radarbekasi.id – Dalam rangka memperingati hari Pahlawan yang jatuh tepat Sabtu (10/11), Komunitas Historia Bekasi menghelat kegiatan bertajuk Bekasi Tempo Doeloe di Gedung Juang Tambun. Kegiatan ini diisi dengan berbagai acara, seperti lomba fotografi, kostum jadul, dan rebut dandang.

Selain itu, diramaikan juga dengan penampilan tarian dari beberapa sekolah dan kampus, serta talkshow tentang Sejarah Bekasi. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB dibuka dengan upacara bendera, mengheningkan cipta, pembacaan doa untuk para pahlawan, dan berbagai penampilan lainnya yang berakhir pukul 22.00 WIB.

Ketua Pelaksana Bekasi Tempo Doeloe, Muksinin Mabrug (35) mengatakan, kegiatan yang baru pertama kalinya dihelat itu sebagai bentuk kecintaan terhadap sejarah tradisi. Tentunya juga membuat sebuah keramaian, sehingga Gedung Juang tidak terasa membosankan.

“Semua yang kita tampilkan pada hari ini ada historinya, dan nilai sejarah yang ada di Bekasi. Kita memilih acara di Gedung Juang karena arsitektur bangunannya,” ujarnya, Sabtu (10/11).

Menurut Muksinin, Bekasi memiliki banyak nilai sejarah, mulai dari peristiwa, situs cagar budaya, atau sejarah lain seperti figur tokoh. Sehingga kegiatan seperti ini perlu untuk dilakukan.

“Di Kabupaten Bekasi bangunan yang sudah berdiri diatas 50 tahun seperti, Gedung Juang Tambun, Rumah Tuan Tanah di Pebayuran, Stasiun Lemah Abang, Stasiun Kedung Waringin, dan Tugu Bambu Runcing yang ada di Warung Bongkok, ini semua banyak nilai sejarahnya,” paparnya.

Ia menjelaskan, acara rebut dandang sengaja dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, rebut dandang atau palang pintu sangat populer di wilayah Bekasi. Meskipun antusias peserta lomba rebut dandang cukup besar, namun pihaknya hanya membatasi 12 grup karena keterbasan waktu acara.

“Filosofi dari rebut dandang itu sebagai rahasia keluarga. Kenapa di tutup kain, itu menggambarkan ketika suami istri sudah berkeluarga, jangan sampai aip itu keluar dari ranah rumah tangga, dan jangan sampai diketahui orang lain,” jelasnya.

“Semua tradisi harus kita lestarikan, jangan sampai termakan oleh zaman, sehingga harus terus kita lakukan event untuk memperkenalkan ke anak – anak, agar tahu apa itu rebut dandang,” tukasnya.  (pra)

Related Articles

Back to top button