Berita Utama

Disdik Hambat Paripurna KUA-PPAS

Radarbekasi.id – Sidang Paripurna kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) gagal dilaksanakan. Sebab Dinas Pendidikan (Disdi) Kabupaten Bekasi belum melakukan pembahasan dengan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bekasi.

Sekadar diinformasikan, agenda sidang paripurna KUA PPAS yang direncanakan pada hari Jumat pekan lalu terpaksa dibatalkan. Padahal, beberapa pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bahkan Plt. Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja telah hadir.

Wakil Ketua II  DPRD Kabupaten Bekasi, Daris menuturkan, pembahasan KUA PPAS merupakan perencanaan pemerintah daerah setiap tahun. Sehingga harus ada pembahasan OPD dengan DPRD.

“Jadi beberapa hari belakangan ini semua OPD dilakukan pembahasan dengan DPRD terkait perencanaannya serta anggaran yang dibutuhkan. Bahkan kita lakukan pembahasan hingga malam hari, namun hingga kemarin dinas pendidikan belum juga melakukan pembahasan. Bahkan tidak hadir pula,” ujar Daris kepada Radar Bekasi, Minggu (11/11).

Daris menyatakan, perencanaan di Disdik perlu diketahui dan dibahas bersama dengan DPRD. Karena, 20 persen anggaran dari APBD dialokasikan untuk Disdik sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Kalau disdik tidak hadir ya kemungkinan tidak ada disidangkan paripurna. Namun, apabila memang hadir secepatnya kami bahas, dan secepatnya pula akan paripurnakan mengingat waktu sudah sebentar apabila mengacu Permendagri yakni akhir bulan November,”ujarnya.

Menurut Daris, terkait dengan honor para guru honorer yang ingin dinaikan juga perlu ada pembahasan supaya nantinya tidak terjadi polemik.

“Masalah pendidikan perlu perhatian. Baik untuk sarana prasarana dan terkait jumlah guru honor serta pendapatannya setiap bulan. Oleh sebab itu, harus dilakukan pembahasan sebelum dilakukan sidang paripurna,”tuturnya.

Sementara itu Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan, Herri Herlangga tidak bisa menjawab ketidakhadiran pihaknya.

“Biasanya mah hadir, tapi kemarin itu Pak kadis ada keperluan lain. Tapi besok (hari ini, red) kami pasti hadir,”ujarnya.

Adapun yang direncanakan bidangnya, kata Herri, akan fokus pada sarana prasarana sekolah. Kemudian, pendataan guru honor dan masalah honor yang akan diterima setiap bulannya.

“Ya kami akan membahas pemabangunan serta perbaikan sarana prasarana SD. Tapi untuk kegiatannnya ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, dan untuk guru juga menjadi fokus kami demi kualitas pendidikan khusus SD,” ujarnya. (and)

Related Articles

Back to top button