Metropolis

Kenaikan Honor Dinilai Kurang

Radarbekasi.id – Forum Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Bekasi menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dan DPRD Kabupaten Bekasi kurang memikirkan nasib para guru non Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pasalnya, honor para guru non ASN hanya naik Rp500 ribu. Kenaikan itu dinilai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Ketua FPHI Kabupaten Bekasi, Arif Maulana menilai, seharusnya honor guru non ASN diatas Rp500 ribu. Karena, keuangan daerah mampu untuk menanggungnya. Apalagi, sisa laba penggunaan anggaran (Silpa) setiap tahunnya selalu tinggi. “Sekarang pendapatan di bawah Rp2 juta dapat apa?,” katanya, Senin (12/11).

Ia mengatakan, pihaknya akan terus berjuang untuk meningkatkan pendapatan para guru yang berjasa dalam mendidik generasi muda atau penerus bangsa.

Apalagi sambungnya, profesi sebagai guru sangat mulia. Dimana tanpa adanya proses pendidikan dimanapun tidak akan bisa berjalan dengan baik.

Arif menjelaskan, meskipun saat ini yang digembar gemborkan honor guru non ASN mencapai Rp1,2 juta setiap bulannya, namun berbeda dengan kenyataan yang ada. Para guru hanya mendapatkan honor ketika yang bersangkutan bertugas.

“Kalo digembar gemoborkan ya memang Rp1,2 juta. Tapi kalau dilihat dari kenyataan tidak pernah mendapat angka yang ramai dipublik, melainkan setiap hari hanya mendapat Rp45ribu. Jadi kalau ada hari libur kami tidak dibayar,” tuturnya.

Pihaknya berharap honor para guru bisa lebih diperhatikan. “Honor kami hitung perhitungannya perhari. Kalau banyak libur maka honor perbulan hanya dihitung permasuk, bahkan kami pernah mendapatkan 15 kerja dikali Rp45ribu. Karena banyak hari libur dalam satu bulan,” ujarnya.

Sementara, Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten, Nyumarno mengatakan, dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Kabupaten Bekasi tahun 2019 kenaikan Jastek sesuai kesepakatan yakni Rp500 ribu.

“Jadi nanti di tahun 2019, anggaran Jastek dari awalnya Rp112 Miliar di tahun 2018, sepakat kita naikkan menjadi Rp185 Miliar pada tahun Anggaran 2019,” tuturnya.

Kata dia, kenaikan honor tersebut merupakan suatu hal yang menjadi penting. Dan saat ini sudah terdata bahwa ada sebanyak 9.068 Honorer atau Non PNS di Pemkab Bekasi. “Hasil kesepakatan sudah ada pembahasan, sehingga pada KUA PPAS naiknya hanya Rp500ribu,” ujarnya.(and)

Related Articles

Back to top button