Realtime

Pengelola Terminal Cikarang Keluhkan Pembangunan Infrastruktur di Jalan Tol

Radarbekasi – Pengelola Terminal Cikarang, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan pembangunan proyek infrastruktur di jalan tol Jakarta Cikampek, karena telah berdampak kepada kedatangan bus di terminal.

“Sangat berpengaruh (dampak pembangunan), kedatangan mobil terlambat, menyebabkan penumpang mencari solusi lain, dengan mencari mobil yang putus – putus atau estafet,” ujar Koordinator Pengelola Terminal Cikarang Wilayah I Jawa Barat, H. Lukman, Rabu (15/11).

Lukman mencontohkan, perjalanan bus dari Kampung Rambutan ke Cikarang menempuh waktu sampai empat jam. Padahal, sebelum adanya pembangunan infrastruktur paling lama hanya dua jam.

Kondisi saat ini membuat penumpang menjadi terpencar karena tidak mau bermacetan. Akibatnya, penumpang di Terminal Cikarang mengalami penurunan yang cukup drastis.

“Biasanya sehari bisa ribuan penumpang jurusan Jabodetabek, untuk sekarang hanya ratusan saja. Penurunan mencapai 60 persen,” tuturnya.

Dirinya berharap, pembangunan infrastruktur bisa cepat selesai. Selain itu, pengelola jalan tol seharusnya memiliki strategi untuk mengatasi kemacetan di dalam tol. Misalnya, dengan mengatur jam operasional kendaraan besar.

“Banyak mobil besar yang mogok di jalan tol, sehingga menyebabkan kemacetan total, ditambah banyaknya proyek pembangunan di jalan tol,” tukasnya.

Sementara itu, Supir  Bus Primajasa jurusan Cikarang – Bandung, Beni menuturkan, sebelumnya dari Cikarang ke Bandung hanya tiga jam, tetapi setelah ada proyek pembangunan infrastruktur bisa sampai enam jam.

“Biasanya dari Cikarang ke Bandung tiga jam, sekarang sampai enam jam. Biasanya macet dari pintu tol Karawang Timur sama Cikarang, jadi waktu lebih banyak kemakan di jalan,” ungkapnya. (pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Close
Close