Berita Utama

Sandiaga Pilih Bicara Ekonomi daripada Politik

Radarbekasi.id – Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, lebih memilih membahas soal bisnis dan ekonomi dibanding politik di Indonesia saat menghadiri “Seminar Parade Kelas Juara 1.000 Agen Halal Network International (HNI)” di Mal GGP, Bekasi Selatan, Kamis (15/11).

Namun ia optimis, raihan suara untuk pasangan Prabowo-Sandi dari Kota Bekasi pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Piplres) 2019 mendatang, akan sangat memuaskan.

“Kami akan terus bekerja maksimal. semua mesin partai dan tim terus bergerak. Yang perlu diingat, pada 2014 lalu, Pak Prabowo meraih kemenangan di Jawa Barat, termasuk Kota Bekasi. Saya rasa di Pilpres 2019 mendatang raihan suara kami akan lebih meningkat,” ucapnya.

Menurutnya, kesolidan tim pemenangan membuat Prabowo-Sandi yakin bakal meraih banyak suara. “Selain itu, kami juga menawarkan harapan baru bagi warga Jabar, khusunsya Kota Bekasi. Sehingga makin optimistis,” beber Sandi.

“Banyak ramalan dan proyeksi, saya tidak perlu bicara politik disini, karena semua sudah pasti satu suara, satu tujuan, dan saya memilih untuk berbicara bisnis dan ekonomi,” tuturnya.

Sandi mengakui, peluang demografi Indonesia sangat luas pada tahun 2020-2035 mendatang. Dalam pandangannya, 2020 – 2045, Indonesia akan menempati nomor empat tingkat dunia, dimana ekonomi bertumbuh cepat serta banyak lapangan kerja tersedia.

“Indonesia memiliki kesempatan menjadi ekonomi terbesar dunia. Untuk hari ini sudah ada lampu kuning menuju lampu merah, pengangguran sangat tinggi. Saat ini potensi ekonomi kita perlu dimanfaatkan,” ujarnya.

Meski demikian, mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini menyayangkan, jika saat ini pasar kota banyak digarap oleh pemain atau pengusaha multinasional. Tenaga kerja asing, produk asing dan bahkan semangat anak bangsa bangga mempunyai produk asing.

“Mulai hari ini, mainset warga masyarakat anak bangsa harus dirubah untuk mencintai produk sendiri. Indonesia harus menjadi jangkar dunia. Misalnya, dari halal market, negara lain sudah mulai memproduksi makanan halal. Nah disini kita harus menjadi leader, jangan menjadi follower,” harapnya.

Sandi berkeyakinan, jika Indonesia pada 2019 hingga tahun mendatang dapat membuka ratusan ribu ekonomi dan industri halal, ia juga akan membantu dalam perizinan di Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM).

“Izin-izin itu kan susah yah di BPOM, nanti saya akan bantu. Saya juga mendorong HNI menjadi lokomotif untuk memproduksi makanan halal dari Indonesia untuk dunia. Kita kenalkan ke negara-negara lain, karena semua produksi kita ada di negara lain,” terang Sandi. (sar)

Related Articles

Back to top button