Berita Utama

Soleman Perkenalkan Pengembang dan Sekda Pemprov

Dugaan Suap Perizinan Meikarta

Radarbekasi.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang diduga mengetahui aliran dana suap perizinan megaproyek Meikarta. Kasus dugaan suap itu telah menjaerat Bupati Bekasi, non aktif beserta sejumlah pejabat Pemkab Bekasi.

Kemarin (15/11), lembaga antirasuah itu memanggil anggota DPRD Kabupaten yang juga Ketua DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Bekasi. Soleman.

“Yang bersangkutan (Sulaeman, Red) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SMN (mantan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Sahat MBJ Nahor),” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (15/11).

Sulaeman juga membenarkan bahwa dirinya telah diperiksa KPK sebagai saksi. “Ya saya ditanya (penyidik KPK) soal evaluasi perizinan (megaproyek infrastruktur) dari gubernur,” katanya saat dihubungi.

Ia menyatakan, dirinya memperkenalkan pihak pengembang dengan Sekda Pemprov Jawa Barat, Iwa Kartiwa melalui Waras Warsisto rekan satu partainya yang juga Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Jawa Barat.

“Ya saya yang memperkenalkan pihak anu (pengembang) dengan Sekda Jawa Barat melalui Bang Waras. Ya tadi saya ditanya lima pertanyaan saja. Sebentar sih diperiksanya,” paparnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin,  beserta tiga kepala dinas dan pejabat Pemkab Bekasi sebagai tersangka kasus suap perizinan mega proyek Meikarta pada Senin (15/10) lalu.

KPK menetapkan sembilan tersangka pada kasus tersebut.  Diantaranya pihak swasta Billy Sindoro (Direktur Operasional Lippo Group), Taryadi (konsultan Lippo Group), Fitra Djaja Purnama (konsultan Lippo Group), Henry Jasmen (pegawai Lippo Group)

Mereka disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP

Sementara pihak diduga penerima suap, diantaranya ‘Duo Neneng’ yaitu Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi, serta tiga kepala dinas yaitu Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Najor serta Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati.(and)

Related Articles

Back to top button