Berita Utama

Terduga Pelaku Masih Kerabat Korban

Bukti Kuat Jerat HS

Radarbekasi.id – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menerangkan, satu terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat, masih memiliki hubungan keluarga.

HS diketahui masih ada hubungan keluarga dengan Maya Ambarita, salah satu korban pembunuhan.

“HS ini masih ada sehubungan saudara dengan korban yang perempuan (Maya),” ujar Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis (15/11).

Dia menambahkan, HS masih berumur di bahwa 30 tahun. Diketahui juga, selama tiga bulan belakangan dia telah menganggur.

“Sekarang sudah enggak kerja. Dulu sempat kerja di perusahaan di Cikarang,” jelas Argo.

Dari pemeriksaan juga diketahui HS biasa menginap di rumah korban yang berada di Bojong Nangka, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Selain itu, pelaku kerap tidur di indekos yang dijaga oleh korban.

Diketahui, tim khusus (Timsus) gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota yang menangani kasus pembunuhan satu keluarga di Pondok Melati, sempat mengamankan sebuah mobil berjenis Nissan X-trail dengan nomor polisi B 1705 UOG berwarna silver. Mobil tersebut berada di kos Ameera di Desa Mekar Mukti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Setelah melakukan penyidikan dan pemeriksaan, diketahui bahwa orang yang mengendarai mobil tersebut sebelum ditemukan di kos-kosan merupakan pria berinisial HS.

Dari penemuan itu polisi melakukan pengembangan hingga akhirnya menemukan terduga pelaku dikawasan kaki Gunung Guntur Garut

“Setelah kita dalami dan penyelidikan berkaitan dengan mobil itu bisa berada di kos-kosan berasal dari penyelidikan manual tim yang di sana. Kita mendapatkan kendaraan itu ternyata dibawa oleh saudara berinisial HS, kemudian HS ini kita cari, kita lidik keberadaannya di mana,” kata Argo

Penyelidikan terus dilakukan hingga kepolisian mendapati bahwa HS sedang berada di Garut, tepatnya di kawasan Kaki Gunung Guntur.

“Dia berada di satu rumah atau saung. Dia di sana mengaku hendak naik gunung. Kita geledah dan ditemukan kunci mobil, HP dan uang Rp4 juta,” jelas Argo.

Namun demikian, HS menyanggah dugaan kepolisian. Ia menyatakan tak melakukan apa pun kepada para korban.

Meski begitu, HS pun digelandang ke Mapolda Metro Jaya untuk didalami kasusnya. “Kita tarik ke Polda, penanganan kita ambil. Tapi tetap Bekasi Kota bekerja,” ujar Argo.

Bercak Darah Di Bagian Mobil

Mobil Nissan X-Trail yang ditemukan di Cikarang Kabupaten Bekasi didapati bercak darah dibeberapa titik. Diantaranya karpet, handle pintu dan safety belt.

Polisi juga sempat menggeledah kamar kos yang sempat disewa korban.

Kombes Argo Yuwono mengungkapkan dari hasil penggeledahan tersebut, ditemukan celana hitam panjang bersimbah darah.

“Setelah kita lakukan olah TKP pada mobil dan mengamankan HS, kita juga menggeledah kos HS yang ada mobil diparkir di sana. Dikamarnya ditemukan celana warna hitam panjang yang ada darahnya,” ujarnya.

Polisi juga mengambil sampel darah tersebut untuk dilakukan proses identifikasi oleh Puslabfor Mabes Polri.

Nantinya, darah yang diketemukan pada mobil, kuku HS, beserta celana panjang tersebut akan dicocokan dengan darah para korban.

“Ini semua sudah kita ambil darahnya sebagai sampel dan akan kita cocokkan. Nanti labfor menggunakan pemeriksaan ilmiah,” kata Argo.

Sebelumnya, polisi juga telah mengambil sampel kuku HS yang diduga terdapat bercak darah yang sudah membeku.

Pemilik rumah kos Ameera, Johan, menurturkan pada Selasa (13/11) sekitar pukul 10.39, seorang pemuda bernama berinisal HS (23), datang ke kontrakannya untuk menyewa satu unit ruangan. Pemuda yang diketahui berlogat Sumatera itu, direkomendasikan oleh temannya yang terlebih dulu mengontrak di lokasi tersebut.

Setelah cocok mendapatkan satu unit kamar di ruang B 208, pemuda berusia 23 tahun itu langsung membayar uang muka sebesar Rp400 ribu kepada pemilik kontrakan. Tak lama, dia pergi.

Selanjutnya, orang yang terlebih dulu mengontrak itu kemudian memberikan informasi kepada anaknya bahwa, pemuda yang mengontrak dan meninggalkan kendaraan roda empat  itu sedang dicari oleh polisi.

“Anak saya lalu cerita ke saya. Setelah itu kita langsung melapor ke Polisi,” ujarnya.

Pihak kepolisian sudah mulai ramai di kontrakannya pada Rabu (14/10) malam. Lalu pada hari ini mobil yang X-Trail yang ditinggalkan dibawa oleh polisi ke Polres Metro Bekasi Kota.

“Katanya ada bercak darah di dalam mobil. Informasinya pelaku ketangkap di Garut,” pungkasnya.

Sebelumnya, empat orang ditemukan tidak bernyawa dikediamannya di kawasan Jalan Bojong Nangka 2, Pondok Melati, Bekasi, Selasa 13 November 2018 pagi.

Keempat orang tersebut adalah satu keluarga yang terdiri dari pasangan suami-istri dan dua orang anaknya. Keempat orang tersebut yakni, Diperum Nainggolan (38), Maya Ambarita (37), Sarah Nainggolan (9), serta Arya Nainggolan (7). (pra/jpnn/cuy/trb)

Lebihkan

Artikel terkait

Close