Berita Utama

Prarekonstruksi, Korban Dihabisi Saat Tidur

Radarbekasi.id – Proses prarekonstruksi kasus pembunuhan satu keluarga digelar di Polda Metro Jaya, Senin (19/11). Sementara, proses rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) rumah indekos Jalan Bojong Nangka II, RT 02/07 Jatirahayu, Pondokmelati akan dihelat Rabu (21/11) hari ini.

Dalam beberapa adegan prarekonstruksi terungkap pelaku Haris Simamora (HS) menghabisi korban Diperum Nainggolan dan Maya Ambarita ketika tengah tertidur.

HS memulai aksinya dengan memukul kepala korban hingga tidak sadarkan diri. Tersangka menikam menggunakan ujung linggis yang tajam ke leher kedua korban sebanyak tiga kali hingga tewas bersimbah darah.

Tidak berhenti sampai di situ, Haris juga menghabisi nyawa kedua anak korban dengan mencekik leher Sarah Nainggolan, 9; Arya Nainggolan, 7, hingga mengembuskan napas terakhirnya.

Dalam prarekonstruksi hanya diperagakan sebagian adegan. Total ada 35 adegan yang diperagakan dari total 57 adegan secara keseluruhan.

Dikatakan oleh Kanit I Resmob Polda Metro Jaya Kompol Malvino, kejadian dipicu pada adegan ketiga. Saat itu korban dengan tersangka tengah mengobrol. Namun ada kata-kata korban yang membuat tersangka sakit hati.

“Pada saat ngobrol, terdapat kata-kata yang tidak menyenangkan dari korban Diperum Nainggolan,” kata Malvino pada wartawan.

Dari percakapan itu, diketahui bahwa Dauglas, yang merupakan kakak Diperum, tidak menyukai jika tersangka HS menginap di rumah korban. Perdebatan pun dimulai saat korban menanyakan Haris akan menginap atau tidak.

Hingga sampai  adegan keenam yang diperagakan tersangka HS, ternyata itu menjadi awal mula terjadinya tragedi pembunuhan sadis yang dilakukan HS secara sadar dan amarah yang meluap.

“Diperum berkata pada HS dengan menggunakan bahasa Batak, yang artinya ‘Kamu tidur di belakang saja, kayak sampah kamu’,” tutur Malvino.

Akibat perkataan tersebut membuat Haris menjadi kesal, dan dengan emosi yang meledak-ledak pelaku akhirnya berniat mengabisi satu keluarga tersebut.

“Setelah kata-kata itu, HS menjadi emosi. HS mulai berpikir membunuh korban dengan linggis yang pernah dilihatnya di dapur,” ungkapnya.

Sebelumnya, beberapa penghuni kos juga tidak mendengar keributan yang terjadi sebelum diketahui korban satu keluarga pengelola kos iut tewas dibunuh.

Salah satu penghuni Jimmy merasakan hal yang aneh ketika dirinya membuka pintu gerbang sekitar pukul 24.30, tidak seperti biasanya pada saat ia membuka gembok pagar korban Diperum Nainggolan pasti terbangun, namun malam itu tidak.

Jimmy mengungkapkan bahwa pagar kos setiap harinya sudah digembok pada pukul 23.00. Sehingga saat ia datang pada pukul 24.30 pintu pagar sudah dalam keadaan terkunci. Malam itu Jimmy tidak mendengar keributan apapun di rumah korban hingga ia beranjak tidur sekitar pukul 00.00.

“Itu yang sangat kita heran ibu-ibu disini sebetulnya kan kontrakan dibawah lebih dekat sebenernya, saya kontrakan di atas dilantai dua, harusnya mereka yang dengar tapi baru ketahuan ibu dokter yang nyewa disitu dia beli air untuk air minum ketuk-ketuk pintunya sekitar jam lima lewat,”jelasnya. (ce1/dik/jpc)

Related Articles

Back to top button