Berita Utama

Pengeroyok Polisi Diringkus

Empat Masih Buron

Radarbekasi.id – Empat dari delapan pelaku pengeroyokan polisi di sebuah toko obat Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat berhasil diringkus.

Keempatnya dihadirkan dalam ungkap kasus yang dilakukan Polres Metro Bekasi Kota, Kamis (22/11) kemarin.

Keempat pelaku yang diringkus yaitu, Dominggus, Raja Munanda, Reza Fernanda, dan Agung Sanjaya Saputra.

Satu pelaku berhasil ditangkap pada malam hari usai kejadian Kamis (1/11), sementara pelaku lain Reza dan Agung ditangkap ketika melarikan diri ke Bireun Aceh.

Sementara empat pelaku lain yaitu Michel Subitmel, Andre, Damon, Atek  masih dalam pengejaran polisi. ”Kita berhasil mengamankan empat pelaku,”ujar Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana.

Kejadian pengeroyokan bermula ketika anggota polisi, Ipda Kabul Priono (49), Bripka Solihin (35) dan Bripda Arief Prabowo (25) tengah menjalankan tugas pengungkapan kasus peredaran obat keras.

Proses pengungkapan kasus tersebut terjadi di toko Fairuz 2 yang terletak di Jalan Bintara 11, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi, 1 November lalu.

Laporan yang diterima oleh pihak kepolisian dari masyarakat setempat, toko Fairuz diduga menjual obat-obatan keras tanpa izin edar. Banyak pelajar yang keluar masuk toko tersebut.

Ketika menjalani pemeriksaan dilokasi,  Ipda Kabul ditemui oleh Reza alias RF dan Atek yang kemudian langsung menanyakan surat tugas, hingga kartu anggota kepolisian.

Salah satu perempuan yang berada dilokasi tersebut, Ziah melihat hal tersebut sontak menghubungi Raja alias RM yang merupakan pengelola toko obat Fairuz 2.

Ziah sendiri adalah pacar dari Atek. Tidak lama berselang, Raja pun datang dan langsung meminta kepada ketiga anggota polisi tersebut untuk menunjukkan KTA.

Pasalnya mereka tidak yakin bahwa yang datang adalah anggota kepolisian.  Kondisi itu sontak menuai perselisihan dan adu mulut diantara mereka disertai pemukulan yang menyebabkan ketiga anggota polisi terluka.

Usai terlibat cekcok, ketiga anggota polisi tersebut kembali menuju pos polisi bintara yang berada tidak jauh dari lokasi.

Raja bersama dengan teman-temannya yakni Dominggus H Walapole alias Billy, Michel Subitmel, Andre, Damon, Atek dan Agung Sanjaya Saputra mengejar ketiga anggota polisi tersebut hingga terjadi pemukulan terhadap korban.

”Jadi, penyerang ini berusaha untuk merebut senjata, karena enggak sempat si anggota ini malah menjadi korban, ”tambah AKBP Eka Mulyana.

Akibat dari ulah pelaku pengeroyokan yang berjumlah delapan orang ini, Ipda Kabul mengalami luka pecah pada bibir atas, memar pada kening serta luka robek. Sementara itu Bripka Solihin mengalami luka pendarahan hebat pada hidung hingga mengharuskan untuk dilakukan tindakan operasi. Sedangkan Bripda Arief Wibowo mengalami luka memar dan luka robek pada bagian tangan.

Pada proses pengungkapan kasus peredaran obat keras tersebut polisi sempat menemukan barang bukti sebanyak 35 paket eksimer, 4 butir CTM dan 40 paket CTM yang didapatkan dari kantong kanan dan kiri tersangka RF.

Pada malam kejadian, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto didampingi Kasat Narkoba, Wakasat Reskrim dan anggota lainnya menuju lokasi untuk melaksanakan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) yakni Toko Obat Fairuz 2.

Dari hasil pemeriksaan -ditemukan sejumlah barang bukti yakni 880 butir tramadol, 100 butir Trihexipenidil, 6000 butir hexamer, 2000 butir tramadol, bon penjualan dan uang hasil penjualan senilai Rp1,6 juta.

”Berdasarkan keterangan si Raja, dan penyelidikan yang dilakukan anggota narkoba berkaitan dengan obat-obatan ini, informasinya berasal dari Kompol H. Jadi sifatnya join, si Kompol H ini menyuplai barang nanti disetor ke kompol H lagi “ tambah Eka.

Terkait dengan Kompol H yang ditengarai sebagai oknum polisi, mereka tengah mendalami hasil dari keterangan para saksi. Pihaknya akan menangani kasus ini secara serius karena sudah menimbulkan korban anggota kepolisian.  ”Siapapun yang terkait dengan kasus ini akan dilakukan penindakan secara tegas,”paparnya

Toko obat ini diketahui sudah satu tahun lebih beroperasi di Kota Bekasi dan salah satu pelaku masuk dalam daftar pencarian orang. Pasalnya satu tahun lalu salah satu pelaku juga sempat melakukan pemukulan kepada anggota BNN di lokasi yang sama.

Dari kasus penjualan obat-obatan keras tanpa izin edar ini tersangka RM dan RF dijerat pasal 196 jo pasal 98 ayat dua jo pasal 197 jo pasal 106 ayat 1 undang-undang RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Kemudian pasal 83 jo pasal 64 undang-undang RI nomor 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan dan pasal 21 ayat dua peraturan pemerintah RI nomor 51 tahun 2009 pekerjaan kefarmasian dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp1, 5 miliar

Akibat dari pemukulan mereka diduga melakukan tindak pidana dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang sebagai mana termaktub dalam pasal 170 KUHP dengan ancaman kurungan selama-lamanya sembilan tahun penjara.

Dalam kasus pengeroyokan ini polisi mengamankan satu buah baju kaos berwarna kuning dan pecahan batu konblok.  (sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Close