Berita Utama

Pemkot Desak Restorasi Sungai Bekasi

Radarbekasi.id – Sungai Bekasi belum direstorasi, baik normalisasi maupun rehabilitasi selama 30 tahun kebelakang. Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.

Ia menyatakan, terdapat 49 titik rawan banjir yang ada di Kota Bekasi. Puluhan titik rawan banjir tersebut didominasi di bantaran aliran Sungai Bekasi.

Ia menerangkan, endapan lumpur yang ada di sungai tersebut menyebabkan pendangkalan. Sisi lain yang menjadi perhatiannya yakni kondisi dinding sungai yang sudah masuk dalam kategori menghawatirkan.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak Balai Besar Sungai Wilayah Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) segera melakukan perbaikan. Supaya, warga Kota Bekasi yang berada di bantaran kali tidak terdampak banjir akibat luapan sungai tersebut.

“Kami berharap pemerintah pusat dalam hal ini BBWSCC untuk segera melakukan langkah-langkah penanganannya,” kata Tri saat hadir dalam simulasi penanggulangan banjir di Kalimalang (samping Kampus Universitas Islam 45), Kelurahan Pengasinan, Kamis (29/11).

Untuk menyambut musim penghujan tahun ini, kata dia,  Pemkot Bekasi telah menyiapkan sejumlah perlengkapan. Diantaranya yakni sejumlah perahu karet yang dimiliki oleh beberapa instansi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi.

Kemudian, Dinas Lingkungan Hidup (LH), Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Polres Metro Bekasi Kota, Kodim 0507 dan Satpol PP Kota Bekasi.

Semua perlengkapan tersebut bergerak dibawah koordinasi yang dilakukan oleh BPBD Kota Bekasi, dimana badan ini merupakan badan untuk menanggulangi bancana daerah.

Selain perahu karet,  juga terdapat tujuh pompa. Dua dalam bentuk kendaraan dan lima diantaranya dua dalam portabel. Nantinya, perlengkapan tersebut akan di distribusikan ke wilayah bencana banjir yang terjadi di wilayah dengan kontur tanah yang rendah yakni Bekasi Utara.

Kepala Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bekasi, Adang Suryana menambahkan, pihaknya memiliki satu mobil dapur umum yang sewaktu – waktu dapat digunakan untuk menyiapkan konsumsi bagi pengungsi korban bencana banjir.

Ia menjelaskan, terdapat sebanyak 44 personil untuk mendirikan dapur umum dilokasi bencana serta membantu evakuasi jika dibutuhkan oleh tim evakuasi.

Jika dibutuhkan lebih dari satu kendaraan dalam penanganan banjir, pihaknya bisa meminjam dari kabupaten dan kota lain yang tidak sedang terkena bencana.

“Kita juga kan musibah kita nggak tau, kita bagi, kita juga kan kerja nggak sendiri, disini ada OPD instansi-instansi lain seperti PMI ya ranahnya di PMI, BPBD evakuasi ya evakuasi kalau kita di Tagana ya dapur umum, kalaupun evakuasinya itu kita hanya pelengkap,” tuturnya.

Dapur umum yang dimiliki oleh Tagana Kota Bekasi ini baru akan dibuka jika terdapat pengungsi dengan jumlah sekitar 30 orang. Dan, sambung dia, jika pemerintah setempat memerintahkan untuk dibangunnya dapur umum dilokasi bencana.

Berdasarkan pantauan, dalam simulasi bencana banjir itu, satu warga seolah tidak sadarkan diri saat terjadi bencana Banjir. Kemudian, tim gabungan yang terdiri dari badan penanggulangan daerah (BPBD), Kodim 0507, Polrestro Bekasi Kota, Satpol PP, PMI dan Tagana membawa korban bencana banjir ke  wilayah yang lebih aman.

Proses evakuasi yang berlangsung dalam simulasi penanggulangan bencana banjir ini dilaksanakan dengan menggunakan perahu karet.

Dalam simulasi ini, tim gabungan juga mengevakuasi warga yang terdiri dari anak-anak, lansia, ibu hamil dan disabilitas untuk menuju wilayah yang lebih aman.

Disekitar area simulasi yakni di bantaran kalimalang terlhat beberapa tenda yang berdiri diantaranya adalah tenda kesehatan, tenda pengungsian dan dapur umum untuk menyelamatkan warga yang terdampak bencana banjir memasuki musimpenghujan di akhir tahun 2018 dan awal 2019 mendatang.

Setelah berhasil dievakuasi menggunakan perahu karet, korban bencana langsung dibawa menuju tenda kesehatan. Jika memang membutuhkan perawatan medis serta menuju tenda pengungsian untuk lebih aman.

Meskipun hanya sebatas simulasi, namun penyelamatan berlangsung dengan baik. Pasalnya, evakuasi korban bencana ini menyangkut keselamatan masyarakat yang sedang terdampak bencana. (sur)

Related Articles

Back to top button