Berita Utama

158 Ribu Warga Tunggak Iuran BPJS

Radarbekasi.id – Sebanyak 158.830 atau 40 persen dari 397.076 peserta Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kabupaten Bekasi menunggak iuran.

Deputi Direksi Wilayah Jabodetabek BPJS Kesehatan, Ni Mas Ratna Sudewi  menuturkan, kondisi banyaknya peserta BPJS Kesehatan yang tidak membayar iuran tidak hanya terjadi di Kabupaten Bekasi. Hal serupa, kata dia, juga terjadi di daerah lainnya.

Menurut Ratna, banyaknya peserta BPJS Kesehatan yang tidak membayar iuran dikarenakan minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi di Indonesia.

“Sementara kalau nunggak kemudian pas sakit mereka tentu berat. Plus (ditambah) akan kena denda kalau rawat inap. Makanya ini harus menjadi kesadaran,” ujarnya.

Ia menyatakan, BPJS Kesehatan membuka program pemangkasan tunggakan. Mereka yang menunggak bertahun-tahun hanya diwajibkan membayar setahun.

“Jadi kalau membayar sebelum tanggal 18 Desember, mereka yang menunggak tiga tahun, empat tahun, lima tahun hanya membayar setahun saja. Kalau setelah tanggal 18 Desember, mereka diharuskan membayarkan dua tahun. Semoga ini menjadi penggerak,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bekasi Nyumarno menyatakan, pihaknya berencana meningkatkan anggaran untuk memasilitasi iuran BPJS Kesehatan. Pada 2018 ini, anggaran yang disediakan sebesar Rp76 miliar.

“Kalau untuk memasilitasi 476 ribu peserta, anggaran tersebut cukup. Tapi kami melihat untuk memenuhi standar minimal cakup yang 95 persen. Maka kami tengah bahas untuk tahun depan agar naik menjadi Rp96 miliar,” katanya.(and)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − eleven =

Close