Berita Utama

Bonus Porda Kembali Disoal

Radarbekasi.id – Besaran jumlah hingga waktu pemberian bonus atlet peraih medali Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2018 asal Kabupaten Bekasi kembali jadi sorotan.

Pasalnya ’uang kadedeuh’ pejuang olahraga Kabupaten Bekasi tersebut belum ada kejelasan hingga jelang akhir tahun.

Padahal uang bonus bersamaan dengan Porda sudah digelontorkan pemerintah Kabupaten Bekasi.

Hal itu juga dikritisi cabor Persatuan Golf Seluruh Indonesia (PGI) Kabupaten Bekasi yang sempat meraih juara umum pada Porda 2018 di Kabupaten Bogor.

“Yang ditunggu atlet sampai hari ini bonus medali Porda. Bonus masih tertutup perihal angka dan waktu realisasinya,” ujar Ketua Harian PGI Kabupaten Bekasi, Erwin Zulkarnaen ketika dikonfirmasi Radar Bekasi.

Diketahui, pada ajang olahraga multi event empat tahunan tersebut, golf berhasil meraih target toga medali emas.”Alhamdulillah kita berhasil menjadi juara umum. Dengan raihan tiga medali emas,” katanya.

Dilaga puncak, nomor beregu yang di isi Alfian, Almeer Noren, Kevin Caesario, Randy Arbenata berhasil menaklukan tuan rumah dan saingan berat, Kota Bandung.

“Perihal pembinaan kedepan, progres sudah disiapkan. hari ini dan besok saya sedang Munas PGI di Surabaya, nanti saya sampaikan program atlet lebih lanjut,” bebernya.

Cabor lain yang mempertanyakan bonus datang dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Selain menunggu kapan uang kadeudeuh di gelontorkan, besaran bonus juga menjadi bagian lain yang dipertanyakan.

Sekretaris Umum FPTI, Komarudin tidak menampikan bahwa sampai saat ini kisaran bonus belum diketahui. Pihaknya mengaku kerap ditanya atlet terkait kepastian bonus.

“Atlet tentu menanyakan langsung pada pengurus. Saat ini Gunawan (peraih medali emas) sedang ikut kejurnas,” tukasnya.

Dilain tempat pihak Dinas Budaya, Pemuda dan olahraga (Diabudpora) Kabupaten Bekasi enggan memberikan komentar soal guliran bonus atlet yang belum dicairkan tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Olahraga, Asan Asari hanya menyebut Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Disbudpora adalah mitra olahraga. Namun, ia enggan menyatakan soal kepastian bonus.

“(Koni dan Disbudpora.red) hanya mitra kerja dalam olah raga,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sapras) Disbudpora, Deny Rusnandi kembali melemparkan persoalan tersebut kepada Kabid Olahraga. Karena menurutnya Kabid Olaghraga lebih kompeten membahas soal itu.

“Lebih jelasnya sama beliau. Kabid (olahraga. red),” tandasnya. (dan)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 1 =

Close