Metropolis

Cari Barang Sisa Bongkaran

Warga Inisiatif Membongkar Bangunannya

Radarbekasi.id – M Toha, warga Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi terlihat sibuk memilah tumpukan kayu. Dia bersama dengan warga lainnya memilah kayu dan besi yang masih bisa digunakan.

Ya, warga yang menempati bangunan diatas lahan negara di Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mulai membongkar tempat tinggalnya. Pantauan Radar Bekasi, sejumlah bangunan kini sudah tampak kosong. Beberapa penghuni masih sibuk membongkar dan memilah material bangunan yang masih laik dipakai dengan peralatan seadanya.

Toha mengatakan, semua penghuni yang telah menempati bangunan tersebut telah pindah ke sejumlah wilayah bahkan harus pulang ke tempat asalnya di Jawa Barat dan Jawa Tengah setelah mendapatkan surat teguran dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi.

“Sejak surat teguran hingga surat peringatan kedua para penghuni sudah pada pindah mereka juga harus pulang ke kampung halamannya seperti Subang, Indramayu, dan Tegal, sebelum mendapatkan surat para penghuni mulai melakukan pengbongkaran secara mandiri. Saya memilih kayu atau besi yang masih bisa dipakai, lumayan dari pada ditinggal dan dibongkar begitu saja lebih baik kita bongkar sendiri,”katanya kepada Radar Bekasi, Jumat (30/11).

Dikatakan Toha, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memberikan waktu tenggat sampai hari ini untuk membongkar sendiri bangunan milik warga. Sebab, pada 5 Desember 2018, Satpol PP akan melakukan eksekusi pembongkaran di kawasan tersebut.

“Saya harus selesaikan pembongkaran sendiri karna pada (5/12) sudah di eksekusi, kemaren juga sudah dapat surat peringatan kedua, kita tahu ini bukan lahan milik kita, biar kita sendiri yang membongkar bangunan ini,”ucapnya

Menurut dia, penghuni bangunan mendukung pemerintah daerah untuk menata kawasan tersebut agar lebih baik lagi, sebab, para penghuni sadar tinggal diatas lahan negara.

“Saat negara memintanya lahan ini, tidak ada hak kita untuk menahannya, kita sadar tanah ini bukan milik kita, saya pun mendukung pemerintah untuk menata kawasan ini setelah pembongkaran,”tuturnya.

Sementara itu Sekretaris Lurah Bahagia, Mawardi, mengatakan mayoritas para penghuni bangunan liar tersebut umumnya para urbanisasi atau pendatang dari daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Mereka rata – rata membuka usaha dengan mengontrak tanpa menyadari bahwa lahan itu berdiri diatas lahan Negara. Nanti setelah membongkar bangunan liar itu pemerintah daerah akan memperlebar jalan dan akan melakukan normalisasi disaluran tersebut agar kapasitas tampung saluran bertambah dan mengurangi risiko banjir dan genangan di wilayah setempat,”tandasnya. (Cr43)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − two =

Close