Metropolis

Geliat Pariwisata Perhotelan di Kota Bekasi

Difasilitasi dari Mulai Penginapan hingga Buah Tangan

Rosmala Sulastri
FOTO/ISTIMEWA
DI BELAKANG LAYAR: Kasubag Fasilitasi Kunjungan Daerah Humas Pemkot Bekasi, Rosmala Sulastri.

Radarbekasi.id – Julukan penyangga ibu kota tak lagi tepat disematkan untuk Kota Bekasi. Kota ini justru sudah menjadi mitra bagi DKI Jakarta dan jujukan pariwisata perhotelan. Apa kunci suksesnya?

Bukan tanpa alasan bila Kota Bekasi menasbihkan diri sebagai mitra ibu kota. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bahkan menolak kota yang dipimpinnya disebut sebagai penyangga ibu kota. Tidak sebanding bila yang kecil menyangga yang besar.

Yang paling konkret dari kemitraan dengan ibu kota itu adalah adanya lokasi pengolahan sampah warga DKI Jakarta di Kecamatan Bantargebang. Salah satu kecamatan di wilayah paling selatan di Kota Bekasi itu.

Setiap hari sebanyak 7.000 ton sampah warga DKI itu dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Ribuan ton sampah itu harus diangkut truk-truk sampah DKI dengan menempuh jarak sekitar 40 kilometer dari Jakarta ke Bantargebang.

Bisa dibayangkan bila ribuan sampah DKI itu tak dapat terkirim ke Kota Bekasi.

Di sisi lain, pembangunan sejumlah hotel di Kota Bekasi berkembang pesat. Catatan Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kota Bekasi terdapat 38 hotel di Kota Bekasi.

“Rinciannya, bintang empat ada tujuh hotel, bintang tiga ada tiga, bintang dua ada satu. Sisanya hotel kelas melati,” ungkap Kabid Pariwisata di Disparbud, Agus Enap saat dihubungi Radar Bekasi, Jumat (30/11).

Data lain menunjukan, pertumbuhan hotel di Kota Bekasi cukup terbilang pesat. Data indoanalisis.co.id pada tiga tahun lalu saja, pertumbuhan hotel berbintang di Kota Bekasi 133 persen. Sedangkan jumlah kamar hotel bertumbuh 191 persen.

Bertumbuhnya jumlah hotel berbintang di ‘Kota Patriot’ ini menjadi salah satu magnet untuk menarik wisatawan dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi dari sektor perhotelan.

Pemkot Bekasi pun melihat peluang pariwisata tersebut. Sejumlah kunjungan daerah dari beberapa instansi ke Kota Bekasi “difasilitasi” Pemkot Bekasi dengan membentuk sub bagian fasilitasi kunjungan daerah di bagian humas Setda Kota Bekasi.

Sub bagian yang dipimpin Rosmala Sulastri ini bertugas menjamu dan melayani berbagai kebutuhan para tamu daerah, sejak mereka bermalam hingga mencari kebutuhan untuk mencari buah tangan khas Kota Bekasi.

“Intinya, setiap tamu yang berkunjung ke Kota Bekasi harus mendapat fasilitas yang baik. Sehingga mereka senang dan terkesan saat berkunjung ke Kota Bekasi,” ungkap Rosmala yang sehari-hari akrab disapa Lala.

Selain lokasi pertemuan, penginapan dan tempat berbelanja oleh-oleh, sambung Lala, pihaknya juga menyiapkan kebutuhan informasi, data dan narasumber yang sesuai materi yang dibahas selama kunjungan di Bekasi.

Hanya saja, kata perempuan yang tinggal di Cikunir ini, para tamu kunker itu “wajib” mengikuti ketentuan pihak tuan rumah. Apa saja itu?

“Mereka wajib menginap di hotel-hotel yang ada di Kota Bekasi, Aston, misalnya. Ini untuk meningkatkan PAD di sektor perhotelan,” imbuh kasubag ini.

Selain syarat menginap di dalam Kota Bekasi imbuh dia, para tamu juga diarahkan mengunjungi UKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi.

“Tujuannya untuk membantu memasarkan hasil produksi para anggota UKM. Sekaligus menjadi oleh-oleh para tamu. Sehingga bisa meningkatkan taraf ekonomi anggota UKM,” pungkasnya seraya mengaku pelayanan ini mendapat apresiasi dari para tamu. (*)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × three =

Close