Pendidikan

Mapel PMP Mulai Tahun Depan

Perkuat Pendidikan Nilai dan Etika

Radarbekasi.id – Rencana pemerintah akan menerapkan kembali mata pelajaran (mapel)  Pendidikan Moral Pancasila (PMP), disambut antusias sejumlah  tenaga pendidik di Bekasi. Mansyur misalnya, guru SDN 02 Cibatu ini mengaku mendukung rencana tersebut.

“Saya sangat mendukung dengan akan dihidupkannya kembali Pendidikan Moral Pancasila ini. Sebagai bentuk untuk menanamkan nilai-nilai moral, etika juga tingkah laku kepada pelajar sekolah khususnya di kabupaten bekasi ini,” katanya kepada Radar Bekasi.

Menurutnya PMP tidak hanya ditekankan pada moral, etika juga tingkah laku saja. Akan tetapi pelajar sekolah juga diajarkan terhadap pancasila secara lebih lengkap. Mnurutnya, saat ini yang yang terpenting mengimplemetasikan nilai yang terkandung dalam pancasili dalam kehidupan bermasyarakat.

“Dengan maraknya budaya barat yang mudah sekali masuk ke Indonesia membuat pelajar sekolah banyak meniru budaya tersebut dan melupakan budaya bangsa Indonesia sendiri,” tegasnya.

Mansur juga mengatakan dengan,  dihadirkannya PMP ini budaya bangsa Indonesia tercermin kembali sebagai bentuk untuk menangkal budaya barat yang masuk ke Indonesia.

“Maka dari itu mari kita dukung program yang mengacu pada pendidikan paling mendasar seperti pendidikan moral, etika juga budi pekerti yang kian kemari mulai hilang pada jiwa pelajar sekolah hari ini,” tutupnya

Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sedang melakukan pengkajian untuk menerapkan mata pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) mulai 2019. Upaya pengkajian tersebut dilakukan bekerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Pusat Pengkajian Pancasila Universitas Negeri Malang, di Kota Malang, Jawa Timur.

“Penerapan mata pelajaran PMP sedang dikaji. Kami masih carikan solusi jangan sampai menambah pelajaran,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy.

Untuk penerapan kembali PMP, Kemendikbud meminta saran dari berbagai pihak. “Pendidikan Moral Pancasila merupakan wujud penanaman nilai-nilai Pancasila yang dapat diberikan sejak Taman Kanak-kanak (TK). Akan ada tema-tema yang lebih konkrit. Pada prinsipnya kita sangat terbuka menerima masukkan,” ujarnya.

Dalam penerapan PMP dimulai dari penanaman nilai-nilai, selanjutnya akan ada turunannya menjadi etika. Kemudian diturunkan lagi menjadi norma, dan diturunkan lagi menjadi perilaku. “Misalkan musyawarah atau menghargai pendapat orang lain sudah ditanamkan sejak di TK,” terangnya.

Dalam penerapan nilai-nilai Pancasila, jika ditambahkan dengan moral maka menjadi lebih spesifik penerapannya, yaitu penanaman nilai.

Dia mengajak berbagai pihak untuk memberikan masukkan dalam penerapan Pendidikan Moral Pancasila. Rencananya PMP diterapkan di tahun 2019, dengan kajian yang matang, dan masukkan dari berbagai pihak, serta mengikuti perkembangan zaman. (cr44/jpnn)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 2 =

Close