Realtime

Penyerapan Tenaga Kerja bagi Penyandang Disabilitas Masih Minim

Radarbekasi.id – Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Bekasi meminta perusahaan di kawasan industri setempat untuk memperkerjakan penyandang disabilitas secara maksimal. Hingga saat ini, jumlah penyandang disabilitas yang bisa bekerja di perusahaan masih sedikit.

Padahal, Undang-Undang disabilitas Nomor 8 Tahun 2016 pasal 52, tentang Penyandang Disabilitas, menyebutkan pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan paling sedikit 2 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja.

Pasal 53 ayat (2) UU yang sama menyebutkan, perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit 1 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja Pengusaha wajib mempekerjakan tenaga kerja penyandang cacat minimal 1 persen dari pekerja yang ada di perusahaannya.

Ketua PPDI Kabupaten Bekasi, Irin Shobirin mengatakan sejauh ini penyerapan tenaga kerja dari penyandang disabilitas masih sangat minim. Hal tersebut dikarenakan belum maksimalnya implementasi dari UU tersebut.

“Masih sangat minim banget disibilitas yang bekerja, berarti Undang-undang tersebut tidak di jalankan,” ucapnya, Senin (3/12).

Menurut dia, dari total 16 ribu penyandang disabilitas di Kabupaten Bekasi, hanya 10 persen yang bekerja di perusahaan. Dirinya berharap, di momentum Hari Disabilitas Internasional hari ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi membuat payung hukum berupa peraturan daerah (perda) untuk memenuhi hak-hak disabilitas.

“Untuk jumlah penyandang disabilitas, diantaranya tuna netra 100 orang, tuna daksa 150 orang, dan tuna rungu 130 orang,” tuturnya.

Diakuinya, sejauh ini perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bekasi sudah cukup baik. Beberapa penyandang disabilitas telah diberikan pelatihan pijat, dan bantuan kursi roda. Namun, untuk akses untuk berwirausaha bagi penyandang disabilitas masih sangat minim.

“Padahal gedung pemerintahan maupun swasta, wajib memberikan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas,” tukasya. (pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + 20 =

Close