Metropolis

Serukan Persatuan dan Kesatuan

Radarbekasi.id – Ribuan warga Nahdatul Ulama (NU) Kota Bekasi memadati Islamic Centre KH Noer Alie untuk menghadiri maulid nabi Muhammad SAW.  Dalam kegiatan tersebut, PC NU kota Bekasi mengajak warga Kota Bekasi  untuk meneladani sikap nabi Muhammad SAW  dalam bermasyarakat dan bernegara, serta selalu menjaga persatuan dan kesatuan.

Hadir sebagai penceramah Rais Aam pengurus besar (PB) NU, KH Miftachul Akhyar dan kyai NU lainnya, KH Mulyadi Effendi. Perjalanann acara maulid dan istighosah tersebut dijaga ketat oleh barisan serbaguna (BANSER) NU.

Dalam sambutannya, ketua Tanfidziyah PC NU Kota Bekasi, KH Zamakhsyari Abdul Majid mengungkapkan bahwa kota Bekasi dalam perjalanannya tidak hanya menjadi kota yang maju namun Kota Bekasi juga harus menjadi kota yang Ahlussunnah Wal Jama’ah.

“Oleh karena itu pengurus cabang NU kota bekasi bekerja sama dengan berbagai lembaga termasuk dengan pemerintahan, termasuk dengan pondok-pondok pesantren dan lembaga terkait lainnya untuk bersama-sama kita membangun kota Bekasi,” ungkapnya kepada warga NU yang hadir.

Dalam membangun kota Bekasi ini, PC NU terus menjalin kerja sama bersama dengan pemerintah kota, pondok pesantren dan lembaga terkait lainnya, ketua PC NU Kota Bekasi tersebut juga menyinggung perjuangan para santri dan ulama dalam memperjuangkan dan mempertahankan NKRI. Maka dari itu dirinya berpesan bahwa NKRI mau tidak mau harus di pertahankan sampai titik darah penghabisan karena hal ini termasuk dari perjuangan NU.

Salawat kepada nabi Muhammad pun berkumandang di dalam masjid Islamic Centre hingga keluar masjid, ribuan orang tersebut terdiri dari para santri pondok pesantren serta pengurus dan anggota badan semi otonom NU Kota Bekasi.

Sementara itu ketua panitia maulid dan istighosah kubro, Ayi Nurdin mengungkapkan tema yang diangkat dalam maulid dan istighosah ini merupakan kajian atas temuan fenomena yang terjadi ditenagh-tenagh masyarakat diantaranya ada usaha untuk memevah belah bangsa dengan kabar bohong, saling membicarakan antara satu dengan yang lain serta budaya fitnah ditengah masyarakat yang merupakan bagian dari akhlak bermasyarakat.

Kemudian yang kedua adalah akhlak bernegara, dimana NU Kota Bekasi menyoroti fenomena segelintir masyarakat yang saat ini menggugat PANCASILA dan NKRI, bagi NU persoalan demikian merupakan persoalan serius yakni munculnya kelompok khilafah.

Meskipun dirinya membenarkan bahwa khilafah sebagai ajaran dalam islam, namun menurutnya yang penjadi persoalan saat ini tafsir dan bentuk khilafah sudah dimonopoli oleh sebagian orang dan dipaksanakan ditengah masyarakat.

Menurutnya dengan ideology dan sistem negara saat ini tidak ada suatu hal yang berkenaan dengan ibadah yang tidak bisa dlaksanakan oleh umat islam, bahkan pemerintah dalam hal ini memfasilitasi umat islam untuk beribadah seperti waktu salat dibulan suci Ramadhan, undang-undang zakat dan regulasi haji yang dibuat oleh pemerintah.

“Jadi menurut saya ketika bicara Indonesia, dari bicara dengan system negara kesatuan republik Indonesia dengan Pancasila sebagai ideologi berbangsa dan bernegara menurut saya teruji sampai dengan hari ini, “ ungkapnya saat ditemui usai acara. (sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − 5 =

Close