Realtime

Angka Perceraian Diprediksi Meningkat

Radarbekasi.id – Angka perceraian di Kabupaten Bekasi sampai akhir 2018 diprediksi mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, meskipun tak terlalu signifikan. Berdasarkan data Pengadilan Agama Cikarang, angka perceraian sepanjang 2017 mencapai 2.738 kasus. Sementara, per Oktober 2018 sudah mencapai 2.321 kasus.

Adapun angka rata-rata kasus perceraian per bulan mencapai 250 kasus. Jumlah kasus perceraian di 2017 akan melebihi di tahun ini mengingat masih ada data perceraian di bulan November dan Desember.

“Kemungkinan besar sampai akhir 2018, atau bulan Desember akan bertambah sebanyak 500 orang yang cerai. Walaupun meningkat tapi tidak banyak setiap tahunnya,” ujar Panitera Pengadilan Agama Cikarang, Dede Supriadi, Selasa (4/12).

Menurutnya ada beberapa faktor terjadinya perceraian. Mulai dari perselisihan terus menerus, pihak ketiga, faktor ekonomi, dan meninggalkan salah satu pihak. Untuk pihak ketiga seperti salah satu selingkuh, maupun ikut campur orang tua dalam rumah tangga.

Dede mengungkapkan, pihaknya tidak bisa menghalangi setiap orang untuk bercerai. Namun Pengadilan Agama menyediakan jalur mediasi untuk menyelesaikan masalah yang dialami pasangan rumah tangga agar perceraian tidak terjadi.

“Tapi kebanyakan mediasi gagal, dan berlanjutkan ke persidangan. Kalau sudah masuk ke persidangan kemungkinan permintaannya dikabulkan yaitu cerai,” tukasnya.

Lanjut dia, proses mediasi membutuhkan waktu 30 hari sebelum pokok perkara di periksa. Mediator telah disiapkan oleh pengadilan, namun juga bisa memilih mediator diluar pengadilan.

“Dalam mediasi kita mengupayahkan agar damai. Dalam artian damainya itu ada dua alternatif, bisa damai tidak jadi cerai, dan cerai tapi tidak berlarut-larut atau tidak berkali-kali sidang,” tukasnya. (pra)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × two =

Close