Realtime

Angka Perceraian Tinggi, Padahal Kemenag Sudah Jalankan Program Ini

Radarbekasi.id – Angka perceraian di Kabupaten Bekasi masih cukup tinggi. Padahal, Kementerian Agama (Kemenag) setempat telah menjalankan beberapa program untuk menekan tingginya angka perceraian.

Berdasarkan data Pengadilan Agama Cikarang, angka perceraian sepanjang 2017 mencapai 2.738 kasus. Sementara, per Oktober 2018 sudah mencapai 2.321 kasus.

Adapun angka rata-rata kasus perceraian per bulan mencapai 250 kasus. Jumlah kasus perceraian di 2017 akan melebihi di tahun ini mengingat masih ada data perceraian di bulan November dan Desember.

Kepala Kementrian Agama Kabupaten Bekasi, Sobirin mengatakan, bicara perceraian multidimensional. Yang jelas, pihaknya sebagai aparatur pemerintah sudah melakukan beberapa antisipasi untuk mengurangi angka perceraian.

“Kita sudah lakukan program pembinaan suscatin (kursus calon pengantin), dan penyuluhan-penyuluhan tentang cara berumah tangga, dan hukum perceraian dalam Agama Islam. Itu salah satu upaya kita untuk mengurangi angka perceraian,” ujar Sobirin, Selasa (4/12).

Menurut dia, program pembinaan suscatin memiliki aturan tentang mengantisipasi angka perceraian menurun, dan menjaga keutuhan rumah tangga. Program ini dilakukan sebelum pasangan pengantin melangsungkan akad nikah, dan biasanya dilaksanakan di kantor kecamatan.

“Program ini digalakan disetiap kecamatan,yang dilakukan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan, dan dilaksanakan selama dua hari,” tukasnya.

Melalui program pembinaan itu, semua calon suami istri yang akan melangsungkan pernikahan harus kembali mengingat ajaran yang ada di dalam Agama Islam. Sebab, perceraian merupakan salah hal yang dibenci oleh Allah. Oleh karena itu, pihaknya berharap selama masih bisa dipertahankan, lebih baik jangan bercerai.

“Kita tidak bisa melarang kalau ada yang mau cerai, kita hanya bisa melakukan program dan penyuluhan, tetapi semua itu dikembalikan lagi kepada yang menjalani,” ujarnya.

“Sebelum bercerai, harus ingat dampaknya. Apalagi sudah mempunyai anak, harus di pikir-pikir terlebih dahulu,” tukasnya. (oke)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + six =

Close