Berita Utama

Ribuan Anak Putus Sekolah

Radarbekasi.id – Ribuan anak di Kabupaten Bekasi putus sekolah pada tahun 2018 lalu. Hal itu membuat Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (Alaska) mengkritisi penghargaan yang diterima Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu.

Ketua Alaska, Adri Zulpianto mengatakan, jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Bekasi mencapai 1967 orang pada tahun 2017 lalu. Rinciannya, 441 siswa SD, 451 siswa SMP, 247 siswa SMA, dan 828 siswa SMK.

Dirinya menduga hal itu disebabkan karena tingkat kemiskinan, penyebaran narkotika dan pergaulan bebas. Karena, jumlah tertinggi terdapat pada jenjang pendidikan SMK/

“Hal ini harus menjadi tanggung jawab pemerintah daerah yang terdiri dari eksekutif dan legislatif.  Dan data tersebut kami peroleh dari hasil kajian dan observasi serta dari Kementrian Pendidikan dan Budaya,” katanya kepada Radar Bekasi, Senin (3/11).

Ia mengungkap, masih ada sekolah yang memungut biaya bulanan dari orang tua siswa. “Sehingga orang tua yang tidak mampu membiayai putra-putrinya sekolah lebih memilih untuk menarik diri dari dunia pendidikan,” ujarnya.

Dirinya menyatakan, angka kemiskinan di Kabupaten Bekasi juga tergambar dari penerima program Indonesia Pintar di Kabupaten Bekasi. Pada jenjang SD sebesar 33,3%, SMP sebesar 59,5%, SMA sebesar 65,0%, dan SMK sebesar 66,8%.

“Tingginya angka peneriman program Indonesia pintar ini jelas menggambarkan banyaknya siswa yang tergolong tidak mampu,” tuturnya.

Dari angka tersebut, ia menilai bahwa Dinas Pendidikan dan DPRD Kabupaten Bekasi mengalami gagal paham terhadap pembangunan sumber daya manusia dan pembangunan pendidikan di Kabupaten Bekasi. Padahal anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat melalui APBN mencapai Rp73,4 miliar untuk keperluan sekolah dan guru beserta Tenaga Kependidikan di Kabupaten Bekasi.

Menanggapi hal itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, MA Supratman menuturkan, kritikan itu akan menjadi bahan evaluasi pihaknya.

“Masalah pendidikan ini banyak pihak yang harus terlibat, dan kami akan perhatikan. Masyarakat wajib mendapatkan pendidikan sejak dini.  Demi menciptakan generasi yang berkualitas,” ujarnya.

Disinggung terkait dengan penghargaan yang ia terima, dirinya menyatakan bahwa penghargaan itu diperuntukan bagi Pemkab Bekasi. Karena, Pemkab Bekasi telah mengalokasikan anggaran sebesar 31 persen atau lebih besar dari kewajiban yang mengharuskan sebesar 20 persen. (and)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × two =

Close