Berita Utama

12 Pasar Belum Penuhi SNI

Radarbekasi.id – Sebanyak 12 pasar tradisional milik Pemerintah Kota Bekasi belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perinduatrian (Disperindag) Kota Bekasi, Makbullah.

Pemkot Bekasi harus memiliki 44 item yang telah ditentukan Kementerian Perdagangan RI. Diantaranya, memiliki lorong dengan lebar 1,8 meter, memiliki ruang laktasi, memiliki ruang untuk uji ulang timbangan, ketinggian anak tangga 20 sentimeter, ketersediaan air bersih, pengelolaan air limbah, pengelolaan sampah, dan keselamatan dalam bangunan.

Selain itu, pasar juga harus memiliki klasifikasi berdasarkan jumlah pedagang, Yakni, untuk pasar dengan jumlah pedagang 700 orang maka harus ada dua mushala.

Makbullah mengatakan, pihaknya berkeinginan agar seluruh pasar di wilayah Kota Bekasi bersertifikat SNI. Tetapi hal itu membutuhkan proses yang panjang dengan memasukan seluruh persyaratan saat merevitalisasi pasar.

“Saat ini pasar kita belum ada yang standar SNI. Kedepan, Disperindag Kota Bekasi berencana memprogramkan dan memasukan seluruh syarat pasar ber-SNI ke sejumlah pasar di Kota Bekasi,” katanya.

Ia menambahkan, pasar yang ber-SNI, memiliki beberapa keuntungan. Seperti pelayanannya menjadi lebih baik, mampu mengimbangi pasar modern dan bisa menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Jika pasar sudah ber-SNI maka pengelolaan manajemennya akan lebih profesional. Retribusi juga sudah pasti ada untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena pasar menjadi lebih nyaman,” pungkasnya. (pay)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + 8 =

Close