Realtime

Hubungan Industrial Pancasila Pengaruhi Kemajuan Industri

Radarbekasi – Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS), Bomer Pasaribu mengatakan, penerapan hubungan industrial pancasila dapat berjalan seiringan dengan revolusi industri 4.0.

Menurut dia, hubungan industrial pancasila sebenarnya sudah dilakukan sejak 1974, namun terhenti saat reformasi tahun 1998. Untuk itu, dengan dicanangkan kembali di Kabupaten Bekasi sebagai wilayah industri terbesar se-Asia Tenggara dapat menjadi pilot project secara nasional.

“Saat ini telah dicanangkan revolusi industri 4.0, sehingga dengan adanya hubungan industrial pancasila dapat berpengaruh pada kemajuan industri, dimana hubungan industri antar pengusaha, pemerintah dan serikat pekerja berjalan harmonis,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada paruh pertama era pemerintahan Abdurrahman Wahidb tersebut.

Hal itu dikatakannya dalam acara Pencanangan Hubungan Industrial Pancasila di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, Rabu (12/5). Menurutnya, hubungan industrial yang harmonis dapat menciptakan industri yang berdaya saing dan berinovasi. Saat ini, kontribusi industri terhadap gross domestic product terus menurun dari 30 persen pada 2005 kini hanya 19 persen.

“Tuntutan hanya satu, yakni meningkatkan mutu dan kualitas kerja untuk bisa bersaing di dunia usaha dan kerja. Jadi, tidak ada kata lain kalua kita tidak bisa berbenah diri, maka akan tergilas era industri 4.0 tersebut,” tukasnya. (pra)

 

 

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + fifteen =

Close