Metropolis

Empat Remaja Tersangka Pengeroyokan Dibekuk

Radarbekasi.id – Sebanyak empat orang remaja yang masih berusia 14 – 15 tahun ditangkap polisi. Mereka menjadi tersangka kasus dugaan pengeroyokan.

Keempat orang anak yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu diduga mengeroyok dengan memukul dan membacok anak sebayanya di jalan Dewi Sartika 1, RT 05 RW 15 Kelurahan Pejuang, Sabtu (1/12) lalu.

Mereka adalah orang itu yakni, DR (15), OF (14), G (14) dan M (14). Sementara itu, yang menjadi korban yakni OC (14).

Kapolsek Medansatria, Kompol I Made Suweta mengatakan, kejadian bermula ketika tersangka OF dan korban, OC berkomunikasi melalui media sosial. Kemudian, keduanya membuat janji untuk bertemu di lokasi kejadian. OC datang seorang diri sementara OF datang bersama dengan tersangka lainnya.

Saat bertemu, mereka berdua berkelahi hingga OC kalah dan berlari ke semak – semak disekitar lokasi. Saat berlari, ia terjatuh. Tersangka DR membacok korban menggunakan celurit dibagian pinggang dan punggung. Selanjutnya, tersangka G dan M memukul korban menggunakan ikat pinggang.

Akibat luka bacok tersebut korban dilarikan ke rumah sakit oleh rekannya yang datang ke lokasi. Sementara, keempat orang tersangka melarikan diri.

“Luka bacok di pinggang, satu kali bacokan terus dibelakang juga ada, punggung sama pinggang. Motifnya chating-chatingan yang tidak senang, chatingan akhirnya melonjak terus tidak senang, terjadilah adu terus sampai adu fisik,” kata Made, Rabu (5/12).

Kemudian, pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan mengejar para pelaku. Selang beberapa jam, lanjut dia, pihaknya berhasil mengamankan tersangka di markas yang menjadi tempat berkumpul untuk selanjutnya membawa pelaku dan barang bukti menuju kantor kepolisian.

Polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah baju seragam pramuka berlumuran darah, dua buah senjata tajam jenis celurit berukuran25 cm, dua buah senjata tajam jenis plat besi berukuran 60 dan 45 cm serta sebuah gesper.

Atas perbuatannya, keempat tersangka bakal dikenakan pasal 170 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman selama-lamanya tujuh tahun penjara. “Penanganannya kita tetap koordinasi dnegan kejaksa maupun dari pengadilan, tapi sementara pasalnya tetep kita pakai pasal 170 “ imbuhnya.(sur)

Tags
Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × five =

Close