Berita Utama

Progres Tol Becakayu

Radarbekasi.id – Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang memiliki total panjang 23,8 kilometer ditarget bakal rampung keseluruhan Agustus 2019 nanti.

Untuk seksi 1B dan 1C sepanjang 8,4 kilometer sudah beroperasi pasca diresmikan oleh Presiden Joko Widodo awal November 2017 lalu.

Rute yang sudah beroperasi mulai dari Cipinang hingga Bintarajaya. Sementara untuk rute sebaliknya dari Jakasampurna hingga Cipinang.

Proyek ini diketahui sempat terhenti sejak 1998 akibat dampak krisis moneter. Proyek kembali berjalan awal tahun 2015 dan kini pengerjaan masih berlangsung untuk  Seksi IIA sepanjang 4,1 kilometer yakni pada rute Jakasampurna hingga Jalan Ahmad Yani.

Pimpinan Proyek I A Tol Becakayu, PT KKDM, Ayuda Prihantoro mangungkapkan, target pengerjaan ruas Tol Becakayu sampai dengan Agustus 2019.

Sejauh ini untuk pengerjaan ruas tol pada seksi II A yakni Jakasampurna sampai dengan Jalan Jenderal Ahmad Yani sudah menunjukkan progress 25 persen, hingga on ramp di Jalan M Hasibuan dan off ramp di Jalan Veteran.

“Untuk pengerjaan internal, kami tetap Agustus secara kontrak, cuma kami berharap bisa lebih awal,”ungkap Ayuda ketika ditemui Radar Bekasi di kantornya.

Meskipun sudah menetapkan target dan diproyeksikan lebih cepat, namun berbagai kendala masih dialami. Beberapa kendala tersebut diantaranya utilitas, serta masih perlunya pembebasan lahan untuk on ramp dan off ramp di kedua ujung ruas tol di Kampung Melayu dan Tambun, Kabupaten Bekasi.

Ayuda menjelaskan, proyek pembangunan tol sepanjang 23 kilometer secara keseluruhan menelan anggaran Rp8,5 Triliun.

Hingga bulan November 2018 pengerjaan tol sudah menghabiskan 60 persen dari total dana atau jika dijumlahkan sekitar Rp5,1 Triliun. Dana dengan nilai yang fantastis itu berasal dari investasi yakni 70 persen berasal dari pinjaman bank dan sisanya berasal dari dana yang dikucurkan oleh PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM).

Tol ini melintasi beberapa wilayah yakni Kampung Melayu, Cipinang, Jatiwaringin, Pondokkelapa, Bintarajaya, Jakasampurna, Jalan Ahmad Yani dan Tambun.

Gerbang on ramp terletak di wilayah Tol Wiyoto Wiyono, Pedari D.I Panjaitan, Looping Gembrong, Cipinang, Jatiwaringin, Pondokkelapa, Jakasampurna dan Marga Jaya.

Sementara gerbang off ramp yang terletak di sepanjang ruas tol berada di wilayah Tol Wiyoto Wiyono, D.I Panjaitan, Cipinang Cempedak, Cipinang, Jatiwaringin, Pondokkelapa, Bintarajaya dan Margajaya.

Seluruh gerbang on ramp dan off ramp tersebut tersebar dari ruas tol mulai dari Kampung Melayu hingga Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi. ”Sementara untuk gerbang on ramp dan off ramp yang berada pada sesi II B yakni Jalan Ahmad Yani hingga Tambun masih dalam perencanaan,”jelasnya

D

Data Grafis Tol Becakayu
Data Grafis Tol Becakayu

alam proses pembangunan ini, pria yang akrab disapa Ayuda tersebut mengaku tidak menemui kendala antara pihaknya sebagai kontraktor dan pemangku kebijakan wilayah diantaranya Pemkot Bekasi.

Selama ini pihaknya terus membangun koordinasi dengan pihak terkait yakni dinas perhubungan, dinas pekerjaan umum terutama dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi.

Pihaknya menilai Pemerintah Kota Bekasi sejauh ini kooperatif, karena ini merupakan kepentingan daerah untuk mengurangi tingkat kemacetan sepanjang Kalimalang.

”Sejauh ini kita selalu bertanggung jawab, artinya yang menjadi kewajibannya badan usaha kita lakukan, tapi kalau kewajibannya pemerintah daerah kota itu kita harus kembalikan ke pemerintah, sharing lah bahasanya “ paparnya.

Pemkot Sempat Lakukan Revisi

Pemerintah Kota Bekasi sempat melakukan revisi Pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang melintas di Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengkaji agar pembangunan Tol Becakayu tidak tumpang tindih dengan progam wisata air yang digagas Pemkot Bekasi bersama Pemprov Jawa Barat tepatnya di samping Giant Mega Bekasi Hypermal (MBH).

Sehingga hasil revisi, pembangunan Tol Becakayu dari arah Jakarta tidak akan melintasi MBH melainkan melintasi samping Gedung Departemen Agama (Depag) Kota Bekasi yang berada di Jalan Kemakmuran, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

“Dulu rencanaya pembanguan Tol Becakayu lewatnya depan samping Giant lurus yang sekarang sedang ada pengerjaan untuk wisata air, dan sekarang dia (Tol Becakayu) lewatnya samping Gedung Depag Kota Bekasi lurus dan muter sampai run off   ke bendungan nah kesininya aman. Itu yang kita pakai,”  ujar Rahmat Effendi kepada Radar Bekasi.

Wisata air sendiri kata Wali Kota yang akrab disapa Pepen ini sudah dianggarkan Pemprov Jawa Barat pada tahun 2019.

“Kita pengin itu untuk wisata air, pak Gubernur sudah setuju itu, bahkan sudah menganggarkan di tahun 2019, agar jangan dipindah lagi. Kita butuh tempat rekreasi untuk warga jika wisata air sudah jadi pasti akan banyak yang menikmati tempat itu,” ucapnya.

Pemkot juga memastikan bahwa Tol Becakayu bisa melintas di atas atau di bawah Jalan Ahmad Yani, melalui pembuatan underpass atau flyover sehingga tidak menambah beban jalan yang sudah ada.

“Kalau membangun jalan dengan level yang sama ya ga bisa. Tetapi kalau ada flyover atau underpass pasti bisa melewati Jalan A Yani, kalau levelnya sama akan tabrakan nanti jika sama dengan jalan tersebut,”tambahnya.

Menurutnya rencana jalur Tol Becakayu dari bendungan hingga depan Giant dan MM kemungkinan besar akan menggunakan underpass.

Pemkot Bekasi juga berharap pembangunan bisa segera rampung. Sejauh ini pemkot mendorong dari segi perizinan dan tata ruang. Dengan kehadiran Tol Becakayu nanti, Pemkot juga berencana mengintegrasikan Trans Patriot dan Trans Jakarta untuk melintasi jalur tersebut.

”Sekarang kita fokus saja terhadap pengerjaannya biar cepet selesai. Terhadap angkutan umum yang melintas di Tol Becakayu nanti saya akan kerja sama Trans Patriot dan Trans Jakarta yang akan melintasi Tol Becakayu,” tegasnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menegaskan Pemerintah Kota Bekasi sudah melakukan komunikasi dan menyetujui rancangan kontruksi Tol Becakayu yang saat ini sudah memasuki pembangunan pada sesi II B.

”Udah lah, kan kita approved, kita setujui dan itu menjadi wajib, “ ujar Tri kepada Radar Bekasi.

Untuk meminimalisir dampak dari pembangunan Tol Becakayu  mulai dari kemacetan, rusaknya jalan akibat dampak proyek, utamanya sepanjang Jalan KH Noer Ali, Tri mengatakan bahwa pihaknya saat ini mendorong kewajiban pelaksana pembangunan proyek nasional tersebut.

“Pokoknya sekarang kita menerapkan kewajiban yang harus dipenuhi pelaksana pembangunan becakayu dalam rangka meminimalisir terjadinya kemacetan“ imbuhnya.

Evaluasi Pemkot Bekasi dalam pembangunan Tol Becakayu sejauh ini masih seputar aspek lalu lintas di sekitar pembangunan dan juga terhadap lingkungan yang dekat dengan pembangunan lanjutan Tol Becakayu.

“Ya aspek revisi pemkot terhadap pembangunan Becakayu adalah aspek lalu lintas di perhatikan dan juga lingkungan itu yang kita minta agar proses pembangunan berdampak baik di sekitarnya, “tandas Tri.  (sur/pay)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 9 =

Close