Berita Utama

ABK Asal Bekasi Belum Ditemukan

Pemilik Kapal Didesak Bantu Pencarian

Radarbekasi.id – M Pande Saleh (67) satu dari enam Anak Buah Kapal (ABK) yang menjadi korban tenggelamnya KM Multi Prima 1 asal Bekasi hingga saat ini belum ditemukan.

Keluarga korban yang tinggal di Perumahan Darmawangsa Residence, Cluster Prambanan, Satria Mekar, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi ini masih berharap pencarian bisa terus dilakukan.

Permohonan itu setelah tim SAR Mataram menghentikan proses pencarian Kapal Motor (KM) Multi Prima 1. Pasalnya, masa pencarian dan perpanjangan telah habis.

Sesuai prosedur, pencarian bisa dilakukan lagi. Asalkan ada permintaan dari pemerintah daerah, perusahaan atau pemilik kapal. Namun, ternyata, pihak pemilik kapal tak kunjung memperpanjang masa pencarian, padahal masih ada sejumlah korban yang belum ditemukan dan diduga selamat.

Tahir Saleh anak dari korban M. Pande Saleh mengatakan, kapal yang tenggelam itu milik PT Sunindo Transnusa Sejahtera.

Menurut dia, Direktur PT Sunindo Transnusa Tonny Sunur tidak melakukan koordinasi dengan SAR Mataram. Pemilik kapal juga tidak pro-aktif berkomunikasi dengan keluarga inti korban selama pencarian.

Dia menuturkan, pada 4 Desember, pihak keluarga sudah menemui pemilik KM Multi Prima 1 di Tanjung Batu, Surabaya. Mereka mendesak PT Sunindo Transnusa berkoordinasi dengan SAR Mataram untuk kelanjutan pencarian.

“Info dari Kepala SAR Mataram, pemilik kapal tak berkoordinasi dengan SAR. Didesak keluarga, baru mereka (Sunindo) kirim surat ke SAR. Ke mana saja mereka? Pihak SAR hanya melakukan pemantauan, tapi pencarian full, hanya bila ada petunjuk. Sebab itu, SAR meminta pemilik kapal ikut membantu,” terang dia, Kamis (6/12).

Lanjutnya menyampaikan, saat pihak keluarga mengontak manajemen PT Sunindo sebagai tindak lanjut arahan SAR agar memanfaatkan sumber daya perusahaan untuk membantu pencarian, tidak ada respons dari pemilik kapal.

“Jadi, kami mendesak pemilik kapal bertanggung jawab untuk mendanai pencarian lagi oleh SAR Mataram atau mengerahkan armada sendiri dalam sepekan ke depan untuk mencari. Tapi tak ada respons, pemilik kapal tak bersedia membantu,” tegas dia.

Rencananya, pihak keluarga berencana kembali ke kantor Sunindo dan melaporkan hal ini kepada instansi terkait, termasuk Kementerian Perhubungan dan Indonesia National Shipowners Association (INSA) sebagai asosiasi pelayaran.

“Satu lagi, korban hilang atas nama Sutrisno, sampai kini belum ada info, bisa jadi keluarga di Sragen tak tahu pak Sutrisno menghilang. Kami minta tolong keluarga Pak Sutrisno dikontak di Sragen, tapi tak direspons pemilik kapal,” kata Tahir.

Sebelumnya istri nahkoda kapal yang mengangkut bahan bangunan dari Surabaya, Jawa Timur menuju Waingapu, NTT ini, Florentina Waton juga meminta perpanjangan pencarian enam korban lain sampai diketemukan.

 Kapal ini mengangkut enam kru dan 14 orang yang erada dikapal untuk mengangkat bahan bangunan, Florentina menuturkan masih ada kemungkinan korban-korban lain termasuk suaminya, Kapten Tarsisius Dusi Atulolong (38) terdampar disuatu pulau.

”Kami semua berharap diperpanjang lagi pencariannya sampai diketemukan, karena kan kita berharap mereka sudah terdampar di pulau mana kita nggak tahu “ ujarnya

Diketahui, KM Multi Prima 1 tenggelam di perairan Sumbawa pada Kamis malam 22 November 2018 dan SAR baru menerima informasi pada Sabtu 24 November.

Hingga kini ada enam kru yang hilang dan belum ditemukan. Adapun yang masih hilang yakni M Pande Saleh(67), Syamsul Syahdan (38), Tarsisius D Atulolong (35), Sutrisno (57), Sonny Kansil, (41), dan Philipus Kopong (43). (cuy/sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + thirteen =

Close