Berita Utama

Anggaran Olahraga Belum Ideal

Radarbekasi.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi bakal menerima dana hibah tahun 2019 sebesar Rp5,4 Miliar.

Jumlah tersebut muncul pada ajang diskusi yang dihelat perkumpulan wartawan Rukun Jurnalis Bekasi, di Taman Alun-Alun Kota Bekasi, Kamis (6/12) malam.

Bincang santai dengan tema “Masa Depan Olahraga Kota Bekasi” ini dihadiri Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi, Abdul Rosyad Irwan, Anggota DPRD Kota Bekasi Abdul Muin Hafied, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tedi Hafni dan Pemerhati Olahraga Akmal Marhali.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Abdul Muin  Hafied menilai, jumlah anggaran yang akan digelontorkan terbilang masih minim. Dana tersebut diakuinya belum bisa mengcover kebutuhan sarana dan prasarana atlet secara keseluruhan.

“Sebenarnya ini sangat kecil. Karena atlet dan perkembangan olahraga perlu ditunjang perhatian, pendanaan dan sarana prasarana. Anggaran yang ditetapkan itu untuk semua hal yang berkenaan dengan pembinaan atlet,” ujarnya kepada awak media Kamis (6/12) malam.

Terkait hal ini, kepala Dinas Pemuda dan olahraga (Kadispora) Tedi Hafni menilai bahwa untuk membangun olahraga perlu kerjasama semua lapisan baik  pemerintah, dewan, KONI hingga insan olahraga maupun swasta.

“Tanpa ada itu apa yang diharapkan sulit- tercapai, apalagi dengan anggaran yang minim,” katanya.

Dijelaskannya, pembinaan olahraga didalamnya ada pula olahraga kemasyaratan hingga pembinaan untuk olahraga disabilitas yang ditangani Dispora.

“Itu juga diperhatikan. Juga soal pembinaan prestasi ” katanya.

Sementara, Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menegaskan dukungan untuk prestasi olahraga di Kota Bekasi terus diupayakan. Bentuk apresiasi lewat gelontoran bonus besar peraih medali Porda juga turut diberikan.

Menurut Tri, setiap ajang Porda, Pemerintah Kota Bekasi melakukan evaluasi untuk kepentingan para atlet yang berjuang mengaharumkan nama Kota Bekasi.

Ditengah anggaran yang minim kreativitas  serta langkah untuk menjalin kerjasama guna pemenuhan sarana prasarana juga perlu dilakukan.

“Dibutuhkan kreativitas. Anggaran itu tidak harus bergantung pada APBD. Ada dari Provinsi ada bantuan dari KONI Provinsi . Terus kita dari APBN pusat. Jadi bagaimana kita bisa menjual, jadi yang paling awal kita harus membuat agenda tahunan olahraga yang ada di kota bekasi,” tegasnya

Sementara itu, Ketua KONI Kota Bekasi, Abdul Rosyad Irwan, mengatakan jika semua atlet di Indonesia membutuhkan pemimpin yang peduli dengan olahraga.

Kota Bekasi sendiri kata dia, sudah cukup baik dengan menjanjikan bonus kepada para atlet berprestasi.

Ia menjelaskan, pada Porda 2018 tahun ini, Kota Bekasi berada di posisi ke lima dengan perolehan 46 medali emas, 52 medali perak dan 60 medali perunggu.

Menurutnya, hanya Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor sebagi tuan rumah yang menambah raihan medali. Pada tahun 2014 silam di Kabupaten Bekasi, Kota hanya mendapatkan 29 medali emas, 50 medali perak dan 48 medali perunggu.

“Saat ini para atlet kita masih menunggu bonus yang telah dijanjikan oleh Pemerintah Kota Bekasi. Dan yang saya tahu bonus itu baru keluar pada tahun anggaran 2019. Kami berharap ada surprise dari pemerintah dengan memcairkan bonus atlet di tahun 2018 ini,” kata dia.

Sebab, menurut pria akrab disapa Bang Yan ini, jika bonus yang telah dijanjikan itu tak diindahkan akan menciderai dan merusak pemikiran para atlet Kota Bekasi yang masih polos terhadap KONI maupun pemerintah.

“Artinya para atlet menaruh harapan besar kepada pemerintah untuk mewujudkan olahraga berprestasi. Sarana dan prasarana juga harus di fasilitasi oleh pemerintah,” ucapnya. (dan/one)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − 11 =

Close