Realtime

Jumlah Kasus Laka Lantas Tahun Ini Diperkirakan Menurun

Radarbekasi.id – Jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) pada 2018 di Kabupaten Bekasi diperkirakan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Unit Laka Satlantas Polres Metro Bekasi, jumlah laka lantas sepanjang tahun lalu berjumlah 738 kasus. Sementara di tahun ini hingga per awal Desember berjumlah 600 kasus.

Kanit Laka Satlantas Polres Metro Bekasi, AKP Makmur mengatakan, jumlah laka lantas di tahun ini diperkirakan menurun 100 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan jumlah kasus kecelakaan tak terlepas dari gencarnya sosialisasi keselamatan berkendara yang diberikan kepada masyarakat, anak sekolah, dan pekerja pabrik.

“Tahun ini kita rutin melakukan sosialiasi, sehingga akan kecelakaan menurun. Ini juga karena kesadaran para pengendara saat berkendara mulai terbentuk,” ujarnya, Jumat (7/12).

Berdasarkan data, penyebab laka lantas paling banyak terjadi karena kelalaian pengendara, factor cuaca karena hujan, infrastruktur yang rusak, dan kondisi kendaraan. Kasus laka lantas paling banyak menimpa pekerja pabrik.

“Pegawai pabrik itu paling banyak mengalami kecelakaan, terutama pengendara sepeda motor, kemungkinan karena mengantuk sehabis kerja. Intinya kecelakaan karena pengendara itu sendiri,” tegasnya.

Sementara, zona yang paling sering terjadi laka lantas tersebar di beberapa titik. Yakni, sepanjang jalur pantura seperti, Tambun Selatan, Cibitung, Cikarang Barat, Cikarang Utara, Cikarang Timur, Kedungwaringin, dan Cikarang Selatan.

“Memang untuk titiknya tidak hanya di jalan pantura saja, tapi Kalimalang dan jalan Serang Baru-Cibarusah. Namun paling tinggi di jalan Pantura yaitu di wilayah Cikarang Barat,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi angka kecelakaan di Cikarang Barat, pihaknya kerap melakukan sosialisasi di kecamatan, dan desa melalui rapat minggon agar camat dan kades bisa membantu menurunkan angka kecelakaan di wilayahnya.

“Karena untuk mengurangi angka kecelakaan bukan hanya tugas polisi saja, kita sarankan agar pihak kecamatan dan desa bisa turun tangan. Salah satu bisa memberikan teguran kalau ada pengendara melanggar aturan,” tutupnya (pra).

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − 5 =

Close