Berita Utama

Tuntutan FPHI Tidak Dikabulkan

Terbentur PP 49 2018

Radarbekasi.id – Ribuan guru honorer yang tergabung dalam Forum Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Bekasi merasa kecewa. Pasalnya, tuntutan mereka yang menginginkan peningkatan status menjadi pegawai non PNS tidak dikabulkan Plt Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja.

Ketua FPHI Kabupaten Bekasi, Arif Maulana menuturkan, keputusan yang dikeluarkan oleh Eka sama sekali dinilai tidak berpihak kepada guru honor. Meskipun, mereka sempat beraudiensi.

“Kami berharap Pak Eka bisa menggunakan hak prerogratif sebagai kepala daerah. Tuntutan kami sangat sederhana untuk bisa diakui sebagai pegawai daerah non pns,” tuturnya usai audiensi, Kamis (6/12).

Ia beranggapan, meskipun alasan kepala daerah bertentangan dengan aturan, selama untuk kepentingan masyarakat maka tidak menyalahi hukum.

“Sebenarnya dalam hal ini hanya butuh keberanian dan keputusan yang memang membela rakyat. Guru ini adalah aset bangsa, karena kami bekerja tulus untuk pendidikan. Kenapa harus takut untuk berjuang?,” tuturnya.

“Saya belum bisa mengambil keputusan untuk mengetahui langkah selanjutnya. Saya harus  bermusyawarah dengan anggota lainnya,” sambungnya.

Sementara itu, Plt Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja mengatakan, saat ini peningkatan status bagi guru honor sekolah belum bisa keputusannya dikeluarkan.  Hal itu karena adanya Peraturan Pemerintah (PP) No 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) belum lama ini.

“Kenapa sekarang tidak kita tandatangani?. Karena memang ada PP baru dan ini berlaku bukan hanya di Kabupaten Bekasi saja, melainkan juga diseluruh Indonesia. Jadi artinya, bukan kita tidak bisa, cuma nanti karena kita harus mengikuti proses atau mekanisme sesuai dengan PP tersebut,” ujarnya.

Eka menyampaikan, dari awal pihaknya tidak keberatan dengan peningkatan status tersebut sepanjang sesuai dengan aturan yang ada.

“Jadi bukannya kita menghambat atau tidak mau tanda tangan terkait persoalan legalitas. Sepanjang sesuai dengan mekanisme, kita tidak keberatan. Kita ikuti mekanismenya, nanti kalau prosedurnya sudah berjalan saya akan perjiangan para guru,” tuturnya.(and)

Lebihkan

Artikel terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − ten =

Close