Realtime

Bina Adikarya Pratama Wisuda 54 Security

Radarbekasi.id – Jasa pengamanan di kawasan Jababeka, Bina Adikarya Pratama, mewisuda 54 security di Jababeka Convention Center (JCC), Selasa (18/12). Puluhan security itu dinyatakan lulus setelah mengikuti pendidikan diploma administrasi perkantoran akademi komunitas presiden selama satu tahun.

Kepala Divisi Keamanan PT Jababeka Tbk, Erwin Usman menjelaskan, wisuda kali ini baru pertama kali digelar. Dari 54 security yang diwisuda, 48 diantaranya berasal dari Bina Adikarya Pratama, dan 6 lainnya berasal dari luar. Lanjut dia, selama menjalani pendidikan security mendapatkan pelajaran administrasi perkantoran, komputer, dan bahasa inggris. Selain itu, mereka juga mendapatkan pelajaran wushu, dan double stick.

“Kita sekarang baru ada sektor pelajaran perkantoran saja, tapi kemampuan dia dilapangan sudah menghuni karena mereka bisa wushu dan double stick,” ujarnya.

Menurut dia, kawasan Jababeka yang terdapat perumahan, perkantoran, dan industri memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi. Oleh karena itu, pihaknya perlu melakukan kerjasama dengan akademi komunitas presiden (AKP) untuk bisa mengakomodir keperluan security dalam memenuhi tiga sektor tersebut.

“Jadi kita kerjasama dengan AKP, dan AKP itu menyiapkan tenaga terampil. Sedangkan BAP itu salah satu jasa pengamanan di kawasan ini yang menyediakan tenaga kerja, ada yang cleaning service, parkir, pertamanan, dan security. Memang lebih banyak di bidang security,” jelasnya.

Dia menjelaskan, security di tempat lain berbeda dengan security di kawasan Jababeka sehingga memiliki tantangan yang cukup berat. Oleh karena itu dibutuhkan security berkompetensi yang sesuai dengan kebutuhan disektor perumahan, perkantoran, dan industri.

“Jadi legalitasnya yang mengikuti ini sudah memiliki kompetensi dasar yang dikeluarkan oleh Kepolisian RI yaitu Gada Pratama. Sesudah itu, kebutuhan industri itu apa, misalkan untuk perkantoran satpam gimana, lalu untuk perumahaan bagaimana, dan untuk industri seperti apa, itu yang kita kerjasamakan,” paparnya.

Sebagai kawasan objek vital nasional, maka sistem pengamanan di kawasan ini harus mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 43 Tahun 2004. Karenanya BAP setiap enam bulan sekali rutin melakukan uji kompetensi agar securitynya sesuai dengan Kepres tersebut.

Diakuinya, jumlah personil security yang tersedia saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan di kawasan Jababeka. Oleh karena itu, masih membutuhkan bantuan dari badan usaha jasa pengamanan.

“Jumlah perusahaan di kawasan industri Jababeka ada sebanyak 1800 perusahaan, namun unit usaha Jababeka di bidang jasa pengamanan yakni PT Bina Adikarya Persada (BAP) hanya memiliki 1200 personil yang artinya baru memenuhi kebutuhan security 40 persen,” tukasnya. (pra)

Related Articles

Back to top button