Berita Utama

Pencarian Hari Kedua Nihil

Radarbekasi.id – Masuk hari kedua  proses pencarian Juli Eka Pramusti (14), korban tenggelam di Kali Bekasi belum menemukan titik terang.

Pencarian lanjutan oleh tim gabungan, Basarnas, BPBD, Pramuka Peduli, Tagana sejak pagi hingga sore kemarin (18/12) belum membuahkan hasil.

Padahal penyisiran sudah dilakukan sekitar 2 kilometer lebih dari hilangnya korban di wilayah Bojongmenteng hingga jembatan Kemang Pratama, Rawalumbu.

Komandan tim pencarian Basarnas, Sahad Farulian mengungkapkan, SAR Unit (SRU) yang terjun menggunakan empat perahu karet belum menemukan jasad korban.

” Itu dari semua SRU ditanya hasilnya nihil, masih dilanjutkan besok (hari ini) ” ungkapnya.

Kondisi air yang keruh sepanjang Kali Bekasi diakuinya menyulitkan proses pencarian. Petugas sulit untuk melakukan penyelaman. Namun dibantu warga, proses penyelaman tetap dilakukan.

”Warga sekitar dalam dalam proses pencarian hari ini (kemarin) terlihat membantu dengan menyelami kali Bekasi di sekitar titik tenggelamnya Juli Eka Pramusti,”tambahnya.

Sahad memperkirakan rata-rata kedalaman Kali Bekasi empat hingga lima meter. Meskipun pencarian masih nihil, namun pihaknya optimis korban bisa ditemukan.

Beberapa patok bambu yang berada di Kemang Pratama diakuinya bisa menghambat benda besar sehingga tidak terbawa arus lebih jauh.

”Semua kemungkinan masih ada terlebih di sekitar jembatan kemang pratama terdapat patok bambu yang berguna untuk menghalangi sampah dan benda berukuran besar hingga tidak terbawa arus lebih jauh,”paparnya

Pada proses pencarian kemarin, warga terlihat memantau jalannya proses evakuasi. Sebagian warga juga terlibat proses pencarian.

Sementara itu, Lurah Bojongmenteng, Hasan Sumalawat menuturkan, berkaca pada kejadian tersebut pengamanan bantaran kali bakal diperketat.

Bahkan kata dia, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan LSM Amphibi untuk menata Kawasan tersebut, sehingga tidak ada lagi anak-anak bermain atau berenang di Kali Bekasi.

“Nanti di sekitar kejadian itu kita tata tamannya tuh, nanti ada taman, ada kuliner disitu kan, cukup bermain di taman saja engga perlu bermain di air, kita juga buat papan larangan bermain atau berenag di Kali Bekasi, cukup di taman yang dibuat saja nanti,” imbuhnya. (sur)

Related Articles

Back to top button