Realtime

Cegah Korban Miras Oplosan, Stakeholder Harus Bersama Lakukan Pengawasan

Radarbekasi.id – Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Candra Sukma Kumara mengatakan, gencarnya operasi minuman keras (miras) yang dilakukan kepolisian membuat penjualnya sulit untuk ditemukan. Oleh karenanya, mereka yang gemar mengkonsumsi miras nekat untuk membuat racikan sendiri yang bisa berakibat fatal.

“Kita sering lakukan operasi, akhirnya mereka mengoplos sendiri akibatnya lebih patal dari pada mereka mengonkumsi minuman lainnya. Seperti kejadian di Tambun belum lama ini,” ucapnya, Kamis, (20/12).

Diketahui, belum lama ini Agus Hakim Asafuq (19), dan Friska Milenia Putriani (18) diketahui tewas dengan kondisi mengeluarkan busa dari mulutnya pada Senin (17/12). Keduanya tewas usai berpesta miras dengan mengkomsumsi minuman racikan dari alkohol 70 persen dengan campuran minuman berenergi dan bir hitam.

Untuk mencegah terjadi adanya korban miras oplosan kembali, kata dia, maka harus melibatkan stakeholder untuk secara bersama-sama melakukan pengawasan. Sebab, alkohol 70 persen bebas untuk diperjualbelikan.

“Toko masyarakat harus kita libatkan, penjual juga tidak tahu apabila ada remaja yang membeli akohol untuk meracik (minuman), makanya dikasih. Kita tidak bisa melarang orang menjual alkohol,” ujarnya.

Kabag Admistrasi Kesra Pemkab Bekasi, Iyan Priatna mengatakan bakal mengevaluasi Perda Miras. Dia juga berharap stakeholder agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya miras oplosan.

“Nanti kita konsultasi dulu ke SKD terkait terutama kebagian hukum. Bagaimana kekurangannya, dan nanti akan ada tindak lanjut dari evaluasi tersebut. Saya kira semua stakeholder harus lebih turun untuk mengatasi ini,” tukasnya. (pra).

Related Articles

Back to top button