Berita Utama

Juli Tersangkut di Kemang Pratama

Radarbekasi.id – Misteri jenazah korban tenggelam di Kali Bekasi akhirnya terungkap kemarin. Jasad Juli Eka Pramusti (14) ditemukan sudah tak bernyawa di kolong jembatan perumahan Kemang Pratama V, Jakasetia, Bekasi Selatan.

Jasad korban ditemukan warga sekira pukul 09.45. Kondisinya tersangkut di tiang jembatan. Itu diketahui setelah dilakukan pencarian selama dua hari oleh tim SAR gabungan.

Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Aditya Dwi Nugroho menuturkan, korban ditemukan dalam kondisi mengapung sekitar 09.45 WIB. Posisi korban ditemukan dari titik tenggelam sejauh 2,5 kilometer.

Pada pencarian selama satu hari penuh sebelumnya, Selasa (19/12) tim SAR gabungan telah melakukan blender menggunakan perahu karet di setiap sisi kali. Penemuan jasad korban di bawah jembatan tersebut juga dibantu oleh bambu-bambu yang ditancapkan di bagian bawah jembatan.

’’Itu posisi setelah dapat informasi dari teman-teman di lapangan itu posisi tepat di bawah jembatan putih bukan yang baru tapi jembatan yang lama. Korban ada di tiang itu dan terlihat mengapung “ ungkapnya, Rabu (19/12).

Setelah diangkat, jasad korban langsung dibawa menuju rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi untuk diotopsi. Otopsi dilakukan hanya otopsi luar sehingga setelah setelah keluarga korban sudah melengkapi surat-surat dan lain sebagainya dapat langsung dibawa untuk dimakamkan.

“Wewenang selanjutnya kita berikan kepada pihak kepolisian, dalam hal ini karena pihak kami SAR gabungan hanya mencari korban dari mulai titik nol dia tenggelam sampai diketemukan di jembatan Kemang Pratama,’’ imbuhnya.

Sementara itu kakek korban, Suparno yang lebih dahulu sampai di RSUD Kota Bekasi menuturkan bahwa selama tiga hari terakhir sebelum korban tenggelam, Juli menjadi lebih sering main. Sementara keluarga mengenal Juli sebagai sosok yang sangat jarang bermain.

Selama tiga hari tersebut, sesampainya di rumah kerap kali sepulang main pakaian Juli dalam keadaan basah, namun ketika ditanya oleh keluarga Juli menjawab tidak apa-apa. Sementara ke 13 rekannya yang dikatahui sering bermain dengan Juli selalu ikut pulang kerumah Juli ketika selesai bermain di luar rumah.

’’Baik, nggak pernah keluar. Jarang main istilahnya. Itu mungkin karena habis terima rapot liburan nggak tau juga ya,’’ ungkapnya.

Sekitar pukul 13:30 ayah korban sampai di RSUD Kota Bekasi, ayah korban nampak melangkahkan kaki masuk kedalam ruang pemulasaraan RSUD Kota Bekasi dengan wajah lesu dan berlinang air mata sehingga harus didampingi oleh beebrapa kerabat yang lain.

Sang ayah tetap memaksakan diri untuk melihat jasad sang anak meskipun sudah diperingatkan untuk melihat setelah jasad korban dibersihkan, sesampainya di dalam ruangan sang ayah tak kuasa menahan emosi untuk meraih tubuh sang anak hingga kerabat yang mendampingi kewalahan. Ayah korban pun kembali dibawa keluar ruangan.

Rencananya jasad Juli akan langsung dibawa menuju kampung halaman di Solo, Jawa Tengah untuk dimakamkan. (sur)

Close