Metropolis

Puluhan Ribu Kendaraan Bakal Melintas

Puncak Mudik Natal

Radarbekasi.id – Puluhan ribu kendaraan diprediksi bakal melintas Tol Jakarta Cikampek sepanjang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018.

Puncak arus mudik Natal diperkirakan bakal terjadi pada hari ini, Sabtu (22/12). Jumlah kendaraan yang melintas diprediksi mencapai 85 ribu kendaraan.

Sementara untuk puncak kepadatan arus jelang libur Tahun Baru diprediksi bakal terjadi pada 28 Desember 2018. Volume kendaraan justru diprediksi lebih banyak mencapai 88 ribu kendaran.

Pihak Jasa Marga memperkirakan volume kendaraan yang akan melintas di jalur Tol Jakarta-Cikampek tidak sebesar pada saat mudik lebaran.

Puncak arus balik Natal, diperkirakan terjadi pada tanggal 25 Desember dengan volume kendaraan mencapai 92 ribu. Sementara pada arus balik tahun baru diperkirakan terjadi pada tanggal 1 Januari 2019 dengan volume kendaraan mencapai 95 ribu kendaraan.

General Manager Jasa Marga cabang Jakarta Cikampek, Raddy R Lukman menuturkan, prediksi tersebut belum termasuk dampak dari dioperasikannya lima ruas Jalan Tol Trans Jawa.

Maraknya pemberitaan media terkait dengan lima ruas Tol Trans Jawa ini bisa berdampak pada perubahan perilaku masyarakat untuk mudik pada kesempatan Nataru 2018 ini.

“Nah situasi lainnya yang juga mungkin berdampak adalah terkoneksinya ruas jawa ya, yang informasinya cukup marak. Ada lima ruas baru yang dioperasikan oleh pak Presiden itu juga mungkin bisa berpotensi meningkatkan arus mudik baik natal maupun tahun baru,“ ungkapnya.

Raddy menjelaskan, penyebaran kendaraan pada arus mudik Nataru ini berbeda dibandingkan dengan arus mudik lebaran.  Dimana pada arus mudik lebaran kendaraan lebih dominan ke arah timur atau Cipali. Sementara pada arus mudik Nataru ini kendaraan lebih dominan ke arah Bandung yakni 36 persen, sementara kearah Cipali 34 persen.

Beberapa strategi dilakukan oleh Jasa Marga untuk menghadapi arus mudik Nataru tahun ini. Diantaranya dengan mengatur dan mengoptimalkan kapasitas di lajur maupun di gerbang tol, kemudian mengatur dan mengoptimalkan kapasitas di tempat istirahat dan percepatan penanganan dan informasi.

Beberapa sodetan dibuat untuk mengoptimalkan kapasitas di lajur maupun gerbang tol diantaranya adalah di Gerbang Cikarang Utama, Gerbang Tol Cikunir Lima.

Pembuatan sodetan ini salah satunya dipengaruhi oleh pilar-pilar proyek yang sedang dalam pengerjaan sehingga menyebabkan beberapa gardu kosong karena penyempitan di lajur sebelumnya.

Sementara untuk peralihan rute akan dilakukan seperti yang telah dilakukan pada arus mudik lebaran. Jika di Gerbang Tol Cikarang Utama tidak bergerak maka pengemudi akan diarahkan menuju Gerbang Tol Cikarang Barat tiga dan masuk kembali di Gerbang Tol Cikarang Barat satu dengan tarif yang sama.

Sementara untuk arus balik jika Gerbang Tol Cikarang Utama tidak bergerak maka pengemudi akan dialihkan keluar di Pintu Tol Cikarang Barat dua dan masuk kembali di Gerbang Tol Cikarang Barat empat dengan tarif sama.

Untuk mengatur distribusi beban, pada Permen 115 tahun 2018 diatur pembatasan truk untuk melaju di Tol Jakarta Cikampek. Aturan itu berlaku bagi truk golongan tiga sampai dengan sumbu lima.

Pada tanggal 21 dan 22 Desember, pembatasan truk dilakukan di lajur Tol Jakarta menuju Cikampek pukul 00.00 sampai dengan 24.00.  Sementara pada tanggal 25 mendatang pembatasan truk terjadi pada lajur Cikampek menuju Jakarta pukul 00.00 hingga 24.00.

Begitu juga dilakukan pada arus mudik tahun baru, pembatasan truk dilakukan pada tanggal 28 dan 29 pada pukul 00.00 hingga pukul 24.00. Sementara untuk arus balik tahun baru pembatasan truk dilakukan pada tanggal 1 Januari pada pukul 00.00 sampai dengan 24.00.

Sementara kemungkinan diberlakukannya one way di lajur Tol Jakarta Cikampek pada arus mudik dan balik Nataru kecil kemungkinan. Pasalnya volume kendaraan tidak sebesar mudik lebaran di atas 100 ribu.

“Kemungkinan kami akan melakukan contraflow untuk mengoptimalkan kapasitas tadi itu, “ imbuhnya.  (sur)

Related Articles

Back to top button