Berita Utama

Empat Warga Bekasi Hilang

Korban Tsunami Banten

Radarbekasi.id – Puluhan warga Kota Bekasi turut menjadi korban gelombang tsunami yang melanda kawasan pesisir pantai Provinsi Banten Sabtu (22/12) malam.

Sebanyak 65 orang warga Kelurahan Pejuang, Medansatria diketahui tengah mengikuti kegiatan family gathering di Pantai Anyer, ketika bencana alam itu terjadi.

Dari puluhan korban selamat, empat orang diantaranya dinyatakan hilang dan belum ditemukan hingga saat ini. Keempat warga Bekasi itu adalah Masnadi, Sulaiman, M Sholeh dan Nurhasan.

Ketika ombak besar menggulung kawasan tersebut, empat korban hilang diketahui tengah memancing di dermaga tidak jauh dari tempat rombongan menginap.

Hingga Minggu (23/12) sebanyak 57 orang selamat  berhasil kembali ke Kota Bekasi sekitar pukul 14.00. Sementara tiga orang lainnya masih bertahan di lokasi untuk mencari rekan mereka yang hilang. Korban masih mengalami trauma atas kejadian yang menelan ratusan korban jiwa itu.

Menurut penuturan warga Pejuang, M Ridwan, rombongan family gathering diketahui berangkat pada Sabtu (22/12) pagi. Rencananya mereka akan kembali ke Kota Bekasi pada Minggu (23/12).

“Info panitia, muatan bus ada 44 orang dewasa, 20 orang anak-anak. Empat orang (hilang) belum ketemu, tiga orang masih tinggal di Anyer,” tutur Ridwan ditemui di kediaman salah satu korban RT 02, Kelurahan Pejuang, Kota Bekasi, Minggu (23/12).

Sementara, Ketua RW 09, Kelurahan Pejuang, Muhammad Yusuf menuturkan, satu warganya Nurdin, yang ikut memancing bersama empat korban yang hilang, berhasil selamat.

“Yang selamat itu (Nurdin) tangannya terbentur karang, terus kakinya keiket tambang kalo nggak salah jadi dia selamat “ ungkapnya.

Yusuf menceritakan, dari penuturan korban, Nurdin, kelima orang ini sedang memancing di dermaga. Namun tiba-tiba gelombang setinggi empat meter menghantam mereka. Nurdin mengalamai luka dan memar akibat benturan.

Sambung Yusuf, dirinya sempat mendapati firasat aneh dan gelisah ketika warganya hendak pergi.  Sebelum pergi hampir semua korban menemuinya untuk menceritakan keluh kesah dan meminta doa kepadanya.

“Yang satu nemuin saya minta doa, terus yang lain ketemu saya lesu semua nggak ada yang gairah gitu, firasatnya itu,“ imbuhnya.

Sementara, Nur Falah salah satu rombongan yang saat ini masih berada di lokasi kejadian menceritakan, selepas acara family gathering, kelima korban sempat berpamitan untuk memancing di ujung dermaga pada pukul 19.45. Sekitar pukul 20.30 kelima korban yang dibekali Handy Talky (HT) masih melakukan komunikasi dengan rombongan di hotel.

Bahkan Nurdin masih sempat mengirim foto mereka berlima tengah memancing pada sekitar pukul 20.30.  Mereka hilang kontak sekitar pukul 21.15 setelah ombak setinggi empat meter menerjang pesisir pantai.

“Mulai hilang kontak itu ombak besar terjadi jam 21.15-an lah ya, itu ombak gede gemuruhnya kenceng banget. Kita lihat dari lantai tiga sebelah kiri hotel,“ ungkapnya.

Ombak besar sontak membuat seluruh rombongan dari Kota Bekasi ini panik. Nur Falah langsung berinisiatif mengubungi kelima orang yang tengah memancing di dermaga namun tidak ada jawaban.

Rombongan yang tengah berada di hotel langsung dievakuasi ke dataran tinggi dibantu oleh security hotel.  Puluhan rombongan diungsikan ke sebuah musola. Nur Falah menjelaskan, untuk mencapai lokasi evakuasi rombongan harus naik turun bukit.

 “Sekarang saya sama keluarga korban masih mencari empat rekan yang hilang.  Belum ada tanda (diketemukan) ini.  Kita sama warga sama penjaga pantai. Mereka bilang ada kemungkinan ketarik ombak ketengah, jadi kemungkinan dua hari atau tiga hari baru bisa ketemu kalo kata penjaga pantai disini“ imbuhnya.

Tidak hanya rombongan, warga Kelurahan Pejuang, 11 pegawai Kelurahan Pekayonjaya, Bekasi Selatan Kota Bekasi juga turut menjadi korban. 11 korban berhasil selamat, meski tiga orang mengalami luka-luka.

Sekretaris Lurah Pekayonjaya, Encup Supratman  mengatakan, sebelas orang rombongan staf bersama Lurah Pekayonjaya, Rahmat Jamhari bertolak ke Pantai Anyer Sabtu (22/12) untuk berwisata mengisi hari libur.

Namun Lurah Pekayonjaya, lebih dahulu pulang pada Sabtu malam. Pada saat kejadian kesebelas korban sempat terpencar. Namun beruntung semuanya selamat. Meski beberapa korban sempat hilang.

 “Alhamdulillah kita dapat kabar tiga staf saya sudah ditemukan sampai saat ini masih dirawat di RSUD Pandeglang. Semoga mereka diberikan sehat dengan cepat,” ungkapnya. (sur/pay)

Related Articles

Back to top button