Berita Utama

Kebijakan Soal Kantong Plastik Harus Jelas

Radarbekasi.id – Hero Supermarket mendukung langkah Pemerintah Kota Bekasi soal kebijakan pelarangan penggunaan kantong plastik bagi ritel. Namun dengan catatan, kebijakan itu harus jelas tidak abu-abu.

GM Corporate Affairs Hero Supermarket, Tony Mampuk mengatakan, pada prinsipnya secara bisnis pihaknya mendukung kebijakan soal kantong plastik. Menurutnya, sejauh ini kantong plastik masih dianggap sebagai suatu value added (nilai tambah) bagi pelanggannya.

“Jadi ekspektasi mereka kalau datang ke toko itu diberikan kantong belanja atau kantong plastik, otomatis sebagai bisnis kita akan menyesuaikan kebutuhan para pelanggan kita,” ujar Tony, belum lama ini.

Lebih lanjut Tony mengungkapkan, bila pemerintah dalam hal ini Pemkot Bekasi secara jelas mengatur pelarangan penggunaan kantong plastik, maka Hero akan menyesuaikan. “Sebagai contoh misalnya di Banjarmasin dan Balikpapan, itu sudah ada aturannya dan secara jelas melarang pemberian kantong plastik, yasudah kita setop,” imbuh Tony.

Sebagai alternatif, jelas dia, Hero menjual tas belanja untuk para pelanggan yang membutuhkan kantong saat berbelanja. Atau, bagi pelanggan yang tidak mau membeli kantong maka harus membawa kantong sendiri.

Intinya, kata dia, selama aturan soal kantong plastik jelas atau tidak abu-abu, Hero akan mengikuti aturan tersebut. Sebab, menurut dia, ada dibeberapa daerah yang mengeluarkan kebijakan seperti itu dengan sebutan pengurangan kantong plastik.

“Nah kalau pengurangan bagaimana? Susah juga kalau pengurangan. Maksudnya pengurangan itu apa,” katanya.

Menurut Tony, sebenarnya kantong plastik yang disediakan Hero sudah ber-Standar Nasional Indonesia. Bila kantong kresek biasa baru bisa terurai selama 10 tahun, kresek yang disediakan Hero bisa terurai dalam waktu hanya dua tahun.

“Jadi kantong plastik kita sebenarnya sudah ramah lingkungan. Cuma sekali lagi kalau aturannya jelas tidak boleh memberikan kantong plastik ya kita akan stop dan alternatif kita dengan menjual tas belanja,” ucapnya.

“Kalau kita maunya (aturan) dilarang atau enggak dilarang, jangan bilang dikurangi. Kalau dikurangi susah ukurannya,” tegasnya.

Dia menambahkan, ada sisi positif dan negatif dari kebijakan soal kantong plastik tersebut. Dikatakannya, dari kantong plastik yang diberikan secara gratis, dibalik itu ada biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.

“Kalau dilarang, dampaknya cukup positif buat kita,” terang dia.

Namun disisi lain, sambung Tony, pandangan konsumen akan sedikit menurun karena dianggap selama ini penyediaan kantong plastik bagian dari pelayanan.

“Pasti dia (pelanggan) bilang, wah biasanya saya belanja dapat kantong plastik sekarang saya disuruh tenteng sendiri. Nah itu impact negatif dari peraturan ini,” tukasnya.

Untuk mengatasi dampak negatif dari sisi konsumen tersebut, kata dia, pemerintah harus melakukan sosialisasi tidak hanya kepada pelaku usaha tetapi juga konsumen.

“Jadi peran pemerintah dari (aturan) kantong plastik ini sangat penting,” pungkasnya. (oke)

Related Articles

Back to top button