Berita Utama

KONI Kesulitan ‘Bentengi’ Atlet

Radarbekasi.id – Pasca Porda XIII 2018, beberapa atlet dari cabang olahraga (cabor) di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi hengkang.

Faktor kesejahteraan, keluarga, hingga tawaran memperkuat daerah lain menjadi godaan atlet.

Belum lama ini, salah satu atlet angkat besi, Persatuan Angkat Berat, Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI), Deny, memilih hengkang ke daerah lain.

Ketua KONI Kabupaten Bekasi, Romli membenarkan sejumlah atlet Kabupaten Bekasi hengkang. Upaya untuk mempertahankan atlet juga sudah dilakukan dengan komunikasi kepada cabor.

“Saya pasti komunikasi dengan cabornya bila ada atlet yang mengeluh, atau ingin pindah. Saya sudah berupaya, tapi gimana lagi,” ujarnya di sela pembagian bonus atlet porda belum lama ini.

Persoalan perpindahan atlet kini juga menjadi perhatian serius. Lanjut Romli, perlu melibatkan semua pihak terutama pemerintah daerah guna menjaga atlet potensial. Terlebih atlet muda berprestasi.

Jaminan pendidikan juga coba didorong KONI agar atlet andalannya bisa bertahan.

“Jujur saja, kami juga lagi nyari sekolah yang bisa menampung atlet kedepan. Di tahun 2019, perguruan tinggi juga diprioritaskan. Atlet sudah banyak yang sambil sekolah,” jelasnya.

Selain menjamin pendidikan, pekerjaan di setiap instansi juga coba disasar. Namun kegiatan latihan atlet yang padat kadang membuat atlet kesulitan mengatur jadwal.

“Banyak atlet kita kalau kerja di pemda, kesulitan atur jadwal karena banyak agenda latihan dan bertanding. Yang pasti gini, atlet yang sudah selesai sekolah bisa meniti karir terus dalam bidang olahraga,” jelasnya. (dan)

Close