Realtime

Angka Kecelakaan Periode Angkutan Natal 2018 Turun 55 Persen

Radarbekasi.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat angka kecelakaan selama periode libur natal mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Penurunan ini terjadi selama puncak pergerakan kendaraan pada 21-22 Desember 2018.

“Berdasarkan data Kepolisian, dibandingkan angka kecelakaan pada 2017, tahun ini turun sekali. Di 2017, ada 634 kecelakaan, sementara pada 2018 turun menjadi 284 kecelakaan. Terjadi penurunan sebesar 55 persen,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi dalam keterangannya, Kamis (27/12), seperti diberitakan JawaPos.com (Group Radar Bekasi).

Menurutnya, turunnya angka kecelakaan terjadi lantaran adanya perubahan pola masyarakat dalam melakukan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Perilaku masyarakat kini tak hanya sekedar pulang kampung saja. Kini juga mulai banyak yang ke tempat- tempat wisata,” sambungnya.

Selain itu, kenaikan jumlah penumpang juga terjadi pada kapal penyeberangan di Pelabuhan Penyeberangan Merak yang mengalami lonjakan penumpang pada 21-22 Desember hingga 45 persen dibandingkan pada 2017.

Hingga 21 Desember 2018, tercatat jumlah penumpang sebanyak 51.834 orang sementara pada hari yang sama 2017 sebanyak 35.714 orang dan pada 22 Desember sebanyak 66.897 orang, sementara tahun lalu sebanyak 56.419 orang. Jumlah kendaraan tahun ini juga bertambah hingga 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kenaikannya sangat signifikan sekali. Artinya ini menjadi peringatan bagi kita untuk Angkutan Lebaran nanti bila jalan tol Lampung ke Palembang sudah berfungsi dan menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat dari Sumatera ke Jawa maupun sebaliknya,” kata Budi.

Perihal dampak tsunami Selat Sunda, Budi mengatakan bencana alam tersebut tidak berdampak banyak bagi operasional kapal penyeberangan.  “Saat ada tsunami air sempat surut sehingga kapal tidak bisa bersandar. Namun sejak kejadian itu jumlah penumpang menurun drastis hingga sekarang karena banyak masyrakat yang khawatir,” tuturnya.

Sementara itu pertumbuhan kendaraan di jalan tol Jakarta-Cikampek maupun di Cileunyi terjadi kenaikan arus kendaraan pada 21-22 Desember sebagai puncaknya. “Dibanding 2017, di Cileunyi bertambah 27 persen. Kalau tahun lalu banyak masyarakat Jawa Tengah masih menggunakan jalan itu tapi sekarang mereka memilih menggunakan jalan tol Trans Jawa. Kenaikan ini prediksi saya karena pertumbuhan kendaraan yang cukup tinggi,” jelasnya.

Selama masa Natal 2018 kemarin ada beberapa kejadian menonjol antara lain kemacetan di Medan-Berastagi sepanjang 4 km akibat truk mogok, di Bali tepatnya daerah Negara yaitu kondisi air meluap ke atas jembatan saat hujan lebat, serta jembatan longsor di jalur Malangbong Garut. (hap/JPC)

Related Articles

Back to top button