Metropolis

Doakan Uyghur dan Korban Tsunami

Radarbekasi.id – Doa bersama dipanjatkan oleh ratusan jemaah Majelis Taklim Rusydatul Umah, Yayasan Attaqwa cabang 31, Cabang Bungin dan Majelis Taklim Nurul Falah kampung Wates, Babelan untuk muslim Uyghur dan korban Tsunami.

Doa bersama dipimpin oleh salah satu pimpinan Pondok Pesantren Attaqwa Ustadz Nur Anwar  Amin. Pria yang akrab disapa ustadz Adjie Nung menuturkan, kunci untuk membuat suatu daerah aman, tentram, damai dan diturunkan keberkahan adalah dengan beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

“Beriman artinya hanya Allah Tuhan kita, tidak pernah menyekutukan dengan apapun. Banyak orang yang ibadah shalatnya, puasanya, bayar zakatnya baik namun masih percaya kepada selain Allah, maka orang yang seperti ini dijauhkan dari keberkahan bahkan mengundang murkaNya “ ungkap Adjie Nung dihadapan ratusan jemaah Majelis Taklim.

Peristiwa yang menimpa masyarakat di pesisir Selat Sunda, menurut  Adjie Nung merupakan nasihat yang nyata untuk seluruh manusia untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT agar terhindar dari segala macam musibah.

Sementara penderitaan yang saat ini dialami oleh saudara-saudara muslim di Uyghur harus dirasakan bersama oleh semua sebagai umat muslim, masyarakat muslim harus ikut serta membantu meringankan penderitaan umat muslim di Uyghur sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Selain itu juga Adjie Nung memperingatkan kepada ratusan jemaah untuk waspada terhadap lingkungan, bangsa dan negara jangan sampai di porak-porandakan oleh Yahudi, Komunis dan orang musyrik karena Allah menegaskan dalam kitabNya bahwa mereka merupakan orang yang paling jahat.

“ hal itu tiada lain karena kekufuran orang Yahudi didasari oleh pembangkangan, keingkaran dan kesombongannya terhadap perkara yang benar serta meremehkan orang lain dan merendahkan kedudukan para penyanggah ilmu “ imbuhnya.

Dalam doa yang di pimpinnya, ustad Adjie Nung mengajak ratusan jemaah yang hadir untuk meminta ampunan bagi saudara-saudara muslim dan meminta pertolongan dalam menghadapi cobaan. Dirinya juga meminta kepada ratusan jemaah untuk membiasakan diri membaca istighfar untk menghindarkan dari segala bentuk kesulitan.

Sementara Ustadzah  Maimunah binti KH.Muhyidin Anwar menambahkan,  bagi ratusan jamaah majelis taklim Nurul Falah, Kampung Wates, Babelan untuk memegang teguh alqur’an dan sunnah sebagai pegangan hidup dalam menjalani kehidupan di dunia supaya tidak tersesat.

“Aku meninggalkan bagi kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya, yakni kitabullah dan ajaran nabiNya, “ ungkapnya mengartikan pesan Rasulullah  SAW dalam hadits yang dicantumkan oleh Imam Malik bin Anas dalam Muwaththa. (sur)

Related Articles

Back to top button