Berita Utama

Komplotan Ganjal ATM Lintas Provinsi Dibekuk

Radarbekasi.id – Komplotan pencuri modus ganjal mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) lintas Provinsi ditangkap petugas Polres Metro Bekasi Kota usai beraksi di Jatiasih, Minggu (30/12). Mereka adalah Asri Efendi alias AE (22), Nusan Ardiansyah alias NS (22), Ricki Nursandi (26) dan Aris Iwansyah (29).

Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana mengatakan, keempat pelaku ditangkap di sekitaran Kelurahan Pekayon saat hendak beraksi salah satu ATM.

Mulanya, polisi mendapatkan laporan dari pihak Bank BRI yang mengungkap bahwa terdapat mesin yang rusak dan saldo yang hilang. Kemudian, informasi tersebut dikembangkan pihak kepolisian.

Setelah ditelusuri, ternyata didapati empat orang tersebut. Pihak kepolisian kemudian melakukan pengejaran. Alhasil, saat hendak beraksi mereka ditangkap dan diamankan berikut sejumlah barang bukti seperti uang tunai, plastik tipis, puluhan keping kartu ATM, pinset, obeng, dan dua unit sepeda motor.

Menurut dia, Asri dan Nusan merupakan pimpinan komplotan tersebut. Yang menjadi pimpinan dari komplotan tersebut ialah Asri. Ia diketahui mengajak pelaku Ricki dan Aris untuk beraksi. Sementara, pelaku Nusan merupakan mantan terpidana kasus serupa yang sempat dipenjara selama delapan bulan.

Dalam menjalankan aksinya, keempat orang pelaku memiliki peran masing – masing.

Setiap mendatangi ATM yang menjadi sasaran, Asri datang ke dalam dan mengganjal menggunakan plastik tipis lalu pergi. Saat korban datang, pelaku Nusan beraksi. Ia melihat pin dari korban dengan mengintip dan berpura – pura membantu.

Ketika korban sudah putus asa dan beranggapan kartu ATM nya tertelan di mesin, maka korban pulang. Saat itu, Asri kembali ke lokasi mesin dan sudah ditunggu oleh Nusan.

Mereka berdua langsung merusak mesin. Tempat memasukkan kartu dicongkel menggunakan obeng dan kartu diambil perlahan menggunakan pinset. Setelah dapat, mereka langsung menggasak uang korban.Menurut Eka, mereka membutuhkan waktu sekitar 10 menit setiap beraksi. Jumlah uang yang diambil bervariasi. Mulai dari Rp4 juta sampai Rp7,5 juta.

“Mereka sebelumnya melaksanakan belasan aksi, empat di Palembang, empat di Bandung, dua di Jakarta Timur, dan empat TKP (Tempat Kejadian Perkara) di wilayah Bekasi Kota,” kata Eka, Senin (31/12).

Dirinya menambahkan, para pelaku sudah beraksi sejak Maret 2018. Selain itu, polisi juga mengamankan sepucuk senjata api yang disebut milik tersangka lain yang digadai. Saat ini, tersangka tersebut masih dalam pencarian pihak kepolisian.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 363 tentang Pencurian dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara.

Eka menghimbau supaya masyarakat jangan berhati – hati saat memasukkan pin kartu ATM. Harus dipastikan bahwa nomor tersebut tidak dilihat orang yang berada di samping maupun dibelakangnya.

“Jika ada hal yang mencurigakan, saat itu juga hubungi satpam. Jadi jangan langsung pulang, supaya tidak ada korban lain. Satpam bisa laporkan ke pusat dan bisa langsung ditindaklanjuti,” tuturnya.(sur)

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button