Realtime

BPJS Kesehatan Tidak Perpanjang Kontrak Kerja Sama di Tiga Rumah Sakit

Radarbekasi.id – BPJS Kesehatan tidak memperpanjang kontrak kerja sama pada tahun ini dengan tiga rumah sakit di Kabupaten Bekasi. Selain RS Karya Medika II, juga rumah sakit Multazam Medika Jatimulya, dan RS Mitra Medika. Alasannya, karena ada syarat yang tidak dipenuhi oleh rumah sakit tersebut.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cikarang, Nur Indah Yulianty mengatakan, pada 2018 ada 31 rumah sakit, dan 1 klinik yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Namun pada 2019, hanya 28 rumah sakit yang melanjutkan kerjasama karena tiga rumah sakit itu sedang dalam proses melengkapi pembaharuan dokumen dan persyaratan.

“Dalam prosesnya tiga rumah sakit itu segera melengkapi dokumen pembaruan persyaratan, sehingga bisa bekerjasama kembali dengan BPJS Kesehatan. Untuk dokumen apa saja yang perlu dilengkapi oleh ketiga rumah sakit itu, saya tidak bisa menjelaskan karena setiap rumah sakit berbeda-beda,” terang Nur, Kamis (3/1).

Kendati demikian, peserta BPJS Kesehatan yang terdaftar di tiga rumah sakit itu masih bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di 28 rumah sakit lainnya yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Dengan dihentikannya pelayanan pasien peserta BPJS Kesehatan, otomatis peserta tidak bisa mengakses pelayanan di rumah sakit tersebut,” katanya.

Indah tidak menampik, bahwa BPJS Kesehatan masih ada tunggakan klaim dari rumah sakit. Namun dia menegaskan, hal itu bukan menjadi penyebab tidak diperpanjangnya kontrak kerja sama dengan rumah sakit.

“Memang BPJS Kesehatan Cabang Cikarang masih memiliki hutang klaim ke rumah sakit, nantinya hutang itu akan dibayarkan seiring dengan membaiknya keuangan BPJS Kesehatan” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf menambahkan, fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan pada tahun ini diwajibkan memiliki sertifikat akreditasi. Pihaknya sudah mengingatkan hal ini kepada rumah sakit sejak 2018.

Kendati demikian, tiga rumah sakit di Cikarang yang dilakukan penghentian sementara kerja sama bukan hanya terkait sertifikat akreditasi. Tetapi juga terkait dengan komitmen layanan.

“Indikasinya ada disana, makanya kita lakukan penilaian berkaitan dengan komitmen pelayanan. Ketiga RS ini bukan hanya sekedar akreditasi saja,” ujar Iqbal, lewat sambungan selulernya.

Selain itu, tidak diperpanjangnya kontrak kerja sama karena banyaknya aduan yang masuk ke BPJS Kesehatan. Misalnya tentang pungutan biaya kepada pasien yang seharunya tidak boleh dilakukan.

Oleh karenanya, Iqbal menegaskan, persoalan dengan tiga rumah sakit di Kabupaten Bekasi, murni karena kontrak kerja sama yang sudah habis pada Desember 2018 dan tidak diperpanjang di tahun ini.

“Jadi ini bukan pemutusan kerja sama, ini kontrak sudah habis saja. Kita masih bisa bekerja sama kembali selama komitmen layanan dimantapkan dan diimplementasikan, lalu yang kedua syarat akreditasinya dipenuhi,” tukasnya. (pra)

Related Articles

Back to top button