Metropolis

Masalah Ekonomi jadi Alasan

PKL Kembali Berjualan di Jalan KH Yakub Ghani

Radarbekasi.id – Sejumlah pedagang kaki lima kembali membuka lapaknya di jalan KH Yakub Ghani, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Padahal, belum lama ini pemerintah kabupaten Bekasi baru saja menertibkan PKL di lokasi tersebut.Alasan ekonomi memaksa para pedagang kaki lima tersebut menggelar lapak dagangannya.

Pantauan Radar Bekasi, sejumlah pedagang kaki lima seperti pedagang sayur dan penjual bensin eceran kini kembali terlihat menggelar dagangannya dengan menggunakan batang bambu dan terpal.

Salah satu pedagang bensin eceran Manto (42) mengaku bingung harus mencari lapak dimana lagi pasca pembongkaran yang dilakukan pemerintah daerah melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi.

“Mau jualan dimana lagi kalau harus pindah kan harus bayar dan belum tentu bensin eceran yang saya jual laku, disini sudah banyak pelanggannya, saya jualankan untuk memenuhi kehidupan sehari – hari anak dan istri saya kalau tidak jualan mau makan apa, saya hanya pedagang kecil tidak tahu lagi mau jualan kemana kalau nantinya kami kembali dilarang berjualan disini,”katanya kepada Radar Bekasi, Rabu (2/1/).

Hal senada juga diungkapkan pedagang sayur Ikah (53). Dia mengaku tidak tahu harus berjualan kemana lagi pasca pembongkaran sebab dirinya sudah memiliki banyak pelanggan di wilayah setempat.

“Ya binggung mas mau jualan dimana lagi, mau pindah kemana, disini pelanggannya sudah banyak, ini satu – satunya untuk menghidupkan keluarga saya, ya penting kan disini saya berjualan menjaga kebersihan tidak menganggu jalan,”terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Lurah Bahagia, Mawardi mengaku telah mengetahui masih adanya pedagang yang berjualan setelah dilakukannya penertiban. Pihaknya telah menyurati sejumlah pedagang kaki lima agar tidak kembali mendirikan lapaknya diarea pembongkaran.

“Sudah kita surati secara bertahap, hari ini sudah masuk surat teguran ketiga dan sudah saya ingatkan agar pedagang kembali membongkarnya sebab apabila salah satu pedagang kembali mendirikan lapaknya ditakutkan yang lain juga ngikut – ngikut, kalau tidak di dengar ya terpaksa Satpol PP akan membongkar paksa lapaknya,”tandasnya. (Cr43)

Related Articles

Back to top button