Berita Utama

Warga Bantaran Kali Bekasi Was-was

Jalan Hingga Bangunan Ambles

Radarbekasi.id – Musibah tanah longsor terus menghantui warga bantaran kali bekasi. Apalagi pergeseran tanah akibat pengikisan sungai kali bekasi kembali terjadi di wilayah komplek Kemang Pratama dan pemukiman warga Sepanjangjaya, Rawalumbu Kota Bekasi.

Kejadian yang diketahui pada Selasa (1/1) ini membuat tanggul sepanjang 100 meter pembatas komplek Kemang Pratama dengan kali bekasi ambles. Amblesnya tanggul berada di Jalan Ekspres Raya RT 02/03 dan RW 24.

Tidak hanya itu, akibat gerusan kali bekasi, warga Sepanjangjaya RT 05/04 harus merelakan beberapa bangunannya rusak. Pergeseran tanah sekitar 50 meter dengan lebar sekitar 5 meter juga berimbas pada keretakan di 13 pemukiman warga setempat.

Wakil Kepala BPBD Kota Bekasi Karsono mengatakan, pergeseran tanah dan longsor itu terjadi akibat terkikis aliran kali bekasi.

“Pergeseran tanah pinggir kali bekasi terjadi lagi di dua tempat yang menyebabkan tembok pembatas kali di Perumahan Kemang Pratama longsor dan 13 rumah warga Sepanjangjaya retak dan ambles hingga satu warga mengungsi,” kata Karsono, Rabu (2/1).

Menurut dia, bangunan kontrakan milik warga di Sepanjangjaya terancam ambruk dan hanyut akibat pergeseran tanah karena penyusutan air sungai yang terjadi pada Selasa (1/1).

“Dari pantauan kami, sebab pergeseran tanah adalah aliran air sungai yang susut sehingga kontur tanah menjadi labil. Beberapa bagian rumah sudah ambruk dan hanyut. Beberapa kamar kontrakan juga mengalami penurunan tanah, kami masih mencari penyebab pasti peristiwa ini,”ungkapnya.

Suwardi (58) Warga RT 05 RW 04 Kelurahan Sepanjangjaya, Kecamatan Rawalumbu, menyesalkan lambannya upaya bantuan untuk warga. Padahal wilayah Sepanjangjaya diakuinya kerap mengalami longsor akibat pengikisan kali Bekasi yang cukup parah.

Ia mendesak agar pemangku kebijakan dari pemerintah Kota Bekasi bisa meninjau langsung ke lokasi warga di Sepanjangjaya, tidak hanya di Kemang Pratama.

”Kami yang di sini (Sepanjang) sudah mepet Kali Bekasi dicuekin saja. Kondisi ini sudah lama, saya tidak tahu dan mau ngadu ke siapa. Sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Masa mau nunggu korban jiwa dulu,” katanya.

Wardi menuturkan, akibat pengikisan kali Bekasi karena tidak adanya tanggul pembatas, sisa lahan belakang kontrakan miliknya yang sebelumya masih ada jarak  30 meter kini hanya menyisakan 5 meter dari bibir sungai.

“Kejadian seperti ini sudah sering terjadi dan sudah sering dilakukan penanganan sementara, tapi tidak permanen hanya pakai karung sama batu kali disemen.  Itu gak kuat kebawa longsor lagi,”ucapnya.

“Sekarang longsor menimbulkan retak tembok sama ubin saya. Tapi ini ngeri kalau dibiarin bisa-bisa ambles kontrakan saya. Waktu itu dibelakang kontrakan masih luas, masih banyak pohon pisang sama kelapa warga masih bisa main,”katanya

Bahkan atas kejadian tersebut dirinya sempat membuat tanggul sendiri dengan dana pribadi hingga puluhan juta.

“Sudah sering longsor, sudah enggak kehitung. Uang saya saja ada puluhan juta kepakai buat tanggul sementara. Tetap saja karena enggak permanen ambles lagi, enggak kuat,” jelasnya.

Pihaknya siap direlokasi asal ada ganti rugi yang jelas karena tanah miliknya serta warga sekitar memiliki surat-surat lengkap. Jika tidak direlokasi ia berharap segera ada pembuatan tanggul permanen.

Warga lainnya Sanin (60) meminta agar pembuatan tanggul permanen disegerakan agar tidak menimbulkan korban jiwa. Karena saat ini kali dan pemukiman hampir tidak ada jarak.

“Tanahnya terus ambles bisa-bisa rumah warga ini ngikut longsor kalau enggak cepat dibenerin,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Tri Adhianto yang baru meninjau lokasi longsor di Kemang Pratama berjanji segera menangani semua laporan tersebut. Tri juga meminta agar Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air memantau area-area bantaran kali bekasi yang sekiranya rawan longsor, jalanan yang rusak dan berlubang.

Saat peninjauan lokasi longsor Wakil Wali Kota Tri Adhianto yang di dampingi Kepala Bidang Perencanaan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dicky Irawan dan Kepala Bidang Sumber Daya Air, Yudianto segera menindak lanjut laporan warga. Sejauh ini penanganan baru di komplek Kemang Pratama.

“Alhamdulillah sudah di tangani hari ini supaya tidak meluas memperparah kerusakan, nanti juga akan di cek semua bantaran bantaran kali yang rawan longsor,”ujarnya

Tri mengaku belum mendapat informasi terkait laporan warga di Sepanjangjaya.

 “Ya saya tidak dapat informasi di Sepanjangjaya jadi ga sempet memantau lokasi di situ, Insyaallah saya akan meninjau,” ungkapnya.

Pantauan Radar Bekasi, kejadian longsor akibat pengikisan kali Bekasi juga sempat terjadi di Jalan Cipendawa, Bojong Menteng Rawalumbu hingga memakan badan jalan. Kondisi itu kini belum ada penanganan.

 Selain itu, pengikisan juga terjadi di TPU Harapan Baru dan Pemukiman warga di Teluk Pucung Bekasi Utara. Baru-baru ini terjadi di Kemang Pratama dan pemukiman warga bantaran kali di Sepanjangjaya, Rawalumbu. (pay)

Related Articles

Back to top button