Berita Utama

Serapan Dinsos Paling Rendah

Radarbekasi.id – Penyerapan anggaran Dinas Sosial Kabupaten Bekasi paling rendah dibandingkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain di Kabupaten Bekasi. Dari anggaran sebesar Rp88 miliar, hanya sekitar Rp32 miliar atau setara 37,5 persen yang terserap. Artinya, masih ada sebanyak Rp56 miliar anggaran yang tidak terserap oleh dinas tersebut pada tahun 2018.

Persentase penyerapan anggaran pada dinas tersebut merupakan yang paling rendah dari seluruh OPD di Kabupaten Bekasi. Karena, serapan anggaran OPD lain tidak ada yang dibawah 50 persen.

Infogtafis Penyerapan APBD 2018
Infogtafis Penyerapan APBD 2018

Persentase penyerapan anggaran terendah kedua yakni Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi. Dinas tersebut menyerap anggaran 72,5 persen dari APBD sebesar Rp21miliar. Sementara yang tidak terserap ialah sebesar Rp6 miliar.

Selanjutnya, disusul Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan  Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi dengan persentase penyerapan anggaran sebesar 72,87 persen dari APBD Rp792 miliar dengan silpa Rp215 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bekasi, Effendi menuturkan, serapan anggaran sifatnya masih fluktuatif atau naik turun sebelum diperiksa oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). “Serapan belum final, nanti kalau sudah diaudit BPK itu baru final, ” katanya, Jumat (4/12).

Kendati demikian, Effendi menerangkan,  jumlah ABPD Kabupaten Bekasi pada tahun 2018 ialah sebesar Rp5,1 triliun dan realisasi penyerapan mencapai 83 persen. Sehingga jumlah silpa sebesar Rp913 miliar.

Ia tidak bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait kinerja masing masing OPD. Sebab, pihaknya hanya menangani pengelolaan dari aspek administrasi. “Kalau masalah kerjaan jangan tanya saya, silahkan ke dinas terkait, ” ujarnya.

Effendi menjelaskan, untuk OPD serapan tertinggi dipuncaki Dinas Perpustakaan Daerah dengan capaian 90,74 persen dari APBD sebesar Rp15,5 miliar. Anggaran yang tidak terserap sebesar Rp1,5 miliar.

Kemudian, disusul Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bekasi dengan persentase penyerapan yang mencapai 90,62 perden dari APBD sebesar Rp 14 miliar. Anggaran yang tidak terserap sebesar  Rp1 miliar.

Selanjutnya, tertinggi ketiga yakni Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi dengan persentase penyerapan sebesar 90,39 persen dari APBD Rp15 miliar. Anggaran yang tidak terserap sebesar Rp1,1miliar.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Abdillah Majid tidak dapat ditemui saat didatangi ke kantornya pada Jumat (4/12). “Maaf Bapak tidak ada di kantor,” kata salah satu staf Dinas Sosial.

Dirinya pun tidak merespon ketika dihubungi ke nomor gawai pribadinya. (and)

Related Articles

Back to top button