Berita Utama

Warga Pegadungan Dikepung Asap

Dampak Kebakaran Limbah

Radarbekasi.id – Terbakarnya sampah limbah plastik di Kampung Pegadungan RT 02/06, Kelurahan Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, membuat sejumlah warga sekitar terpaksa harus mengungsi.

”Sejauh ini ada 20 kepala keluarga (KK) yang mengungsi,” THL BPBD Kabupaten Bekasi, Andika Rahman, Minggu (6/1).

Puluhan warga terpaksa harus mengungsi ke tenda pengungsian yang didirikan oleh BPBD Kabupaten Bekasi karena tidak tahan dengan kabut asap tebal yang masuk ke rumah mereka.

“Warga yang terkena dampak (asap) ini tidak semua mengungsi ke tenda, ada yang kerumah saudaranya, dan sebagian ada yang pulang kerumahnya masing-masing,” imbuhnya.

Peristiwa kebakaran ini terjadi Sabtu (5/1) sekitar pukul 15.30. Api baru bisa dipadamkan pukul 00.00 dengan melibatkan 17 mobil pemadam kebakaran. Hingga Minggu (6/1)  petugas pemadam kebakaran setempat masih berusaha mendinginkan api yang mengeluarkan asap.

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi mengungkap penyebab terbakarnya tumpukan limbah plastik tersebut.

”Jadi sebelum kejadian ada korsleting listrik, ada warga yang melihat di mes pekerja limbah plastik ini ada nyala api. Kebetulan mes tersebut dekat dengan bahan-bahan mudah terbakar, sehingga dengan cepat api merabanya,” ucap Komandan Pleton 1 damkar Kabupaten Bekasi, Dany Adha, saat dimintai keterangan di lokasi kejadian, Minggu (6/1)

Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api dari kebakaran yang terjadi sejak Sabtu (5/1) sore tersebut. Hingga saat ini, tersisa 8 unit untuk proses mendinginkan api. Diakui Dany, petugas mengalami kendala saat memadamkan api karena kondisi tinggi limbah yang mencapai empat meter. Meskipun dibagian atas sudah dipadamkan, namun dibagian bawah tetap menyalah.

“Jadi ini harus dikorek sampahnya, nanti kita semprot dengan air, kalau enggak kayak gitu masih terus keluar asap. Katanya si pemilik (limbah) mau menurunkan beko untuk mengorek sampah,” ujarnya.

Tak hanya itu, petugas juga kerepotan dengan kondisi kabut asap yang tebal ditambah angin yang kencang.”Kita juga sempat kerepotan dengan asap, karena angin cukup kencang,” tegasnya.

Salah satu warga Ncap (50) mengungkapkan harus mengungsi karena kabut asap yang timbul dari kebakaran masuk ke rumahnya. Dia mengaku marah karena hingga sore kemarin, pemilik limbah tidak memikirkan keadaannya dan pengungsi lain.

”Bagaimana tidak mau marah, pemilik limbah lebih memilih mengamankan barang-barang bekasnya, tidak memikirkan warga. Sekarang kita mau pulang banyak asap, ditenda juga asap, ini sudah sore masih kayak gini terus,”sesalnya dilokasi pengungsian, Minggu (6/1)

Menurutnya, pemilik limbah bakal mendatangkan alat berat beko untuk membantu memadamkan api. Namun hingga sore, beko belum juga datang.

Terpaksa, hingga semalam mereka masih berada ditenda pengungsian. “Sudah sore beko belum sampai, segala tenda mau dipindahin biar tidak kena asap, padamin saja itu apinya biar kami bisa pulang.Karena besok (Hari ini) anak-anak mau sekolah, pakaiannnya aja belum dicari, soalnya barang-barang dibawain,” tuturnya.

Dikatakannya, sejumlah rumah terpaksa harus dibongkar karena khawatir api menyambar ke rumah warga. Dia mempertanyakan pihak yang bertanggung jawab untuk memperbaiki rumah tersebut. Sebab, belum ada komunikasi dengan pemilik limbah.

“Dia mau tanggung jawab enggak, kalau enggak tanggung jawab, pakai apa kita memperbaikinya ?. Buat makan saja susah, kita minta kepastian. Ada enam rumah yang paling dekat,” ujarnya.

“Kalau tidak dipadamkan secepatnya, kami akan lakukan penyerangan, karena ini sangat merugikan warga,”tegasnya (pra)

Related Articles

Back to top button