Realtime

Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Korupsi Perizinan Meikarta

Radarbekasi.id – Eksepsi terdakwa kasus tindak pidana korupsi (tipikor) perizinan proyek Meikarta, Billy Sindoro ditolak menjelis hakim di persidangan putusan sela di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (9/1). Tolakan tersebut bersamaan dengan dua terdakwa lainnya.

Majelis Hakim, Tardi mengatakan isi surat dakwaan yang dianggap kabur atau tidak jelas oleh terdakwa tidak dibenarkan. Maka Majelis Hakim memutuskan meoloak eksepsi dari terdakwa Billy Sindoro dan dua terdakwa lainnya.

“Dakwaan penuntut umum dari KPK sudah sesuai locus, tempus, dan modus yang dilakukan terdakwa Billy Sindoro,” ujar Tardi di PN Bandung, Rabu (9/1), seperti diberitakan JawaPos.com (Group Radarbekasi.id).

Majelis hakim menilai surat dakwaan penuntut umum telah diuraikan secara cermat, jelas tahap demi tahap sesuai dengan perbuatan terdakwa. Maka sudah tergambar secara jelas perbuatan terdakwa atas kasus perizinan proyek Meikarta.

Sehingga pihak hakim menyebut Pasal 156 ayat 1 KUHAP soal keberatan terdakwa terhadap dakwaan jaksa atas persyaratan formil terdakwa, kewenangan pengadilan untuk mengadili serta mekanisme penyusunan dakwaan sebagaimana diatur di Pasal 143 KUHAP. Sedangkan, eksepsi terdakwa tersebut lebih membahas soal pokok perkara yang harusnya dibuktikan di persidangan.

“Bahwa eksepsi dari terdakwa sudah menyentuh pokok perkara yang pembuktiannya harus dibuktikan di persidangan,” ujarnya.

Dalam hal ini, majelis hakim tidak sependapat dengan eksepsi terdakwa karena dakwaan sudah sesuai KUHAP‎ dan dakwaan sudah dapat dijadikan pedoman untuk mengadili perkara terdakwa.

Untuk diketahui, karena eksepsi terdakwa ditolak majelis hakim maka sidang dan pemeriksaan akan dilanjutkan. Bahkan menyebutkan penuntut umum kpk akan menghadirkan sebanyak 87 saksi dalam persidangan yang dilakukan secara bertahap yakni dua kali,dalam satu minggu.

“Untuk saksi bisa disesuaikan, dalam satu kali persidangan bisa lima, sepuluh atau lebih. Itu disesuiakan,” pungkasnya. (jpc)

Related Articles

Back to top button