Berita Utama

Sertifikat Laik Kawin Perlu Dikaji

Bekasi Belum Tiru Jakarta

Radarbekasi.id – Kota Bekasi belum memberlakukan kebijakan bagi calon pengantin (Catin) untuk memiliki ”sertifikat laik kawin” seperti DKI Jakarta.

Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Bekasi, Mujani menjelaskan, hal ini masih membutuhkan kajian lebih mendalam.

Dari segi kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Bekasi diakuinya pernah melakukan komunikasi terkait hal itu.  Namun dirinya belum menindaklanjuti perihal usulan tersebut.

Ditambah lagi, keputusan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Barat meminta untuk menahan kebijakan tersebut.

“Memang saya nggak tahu arahnya dinas kesehatan kemana, betul ngajak kerjasama. Kita tanya juga ke Kanwil,” ungkapnya, Minggu (13/1).

Dirinya berpendapat adanya kebijakan sertifikat laik kawin dengan serangkaian proses seperti konseling dan tes kesehatan dinilai bagus.  Namun dirinya mengkhawatirkan jika calon pengantin tidak memenuhi unsur diatas, dapat menghambat calon pengantin untuk menikah.

Menurut Mujani, hal itu perlu di kaji lebih mendalam. Terutama hasil tes kesehatan, merupakan privasi seseorang. Apalagi berkaitan dengan penyakit maupun peluang untuk memiliki keturunan dari hasil perkawinan.

“Kalau masalah untuk tujuan kesehatan itu bagus. Tapi  jangan sampai nggak punya sertifikat, dia nggak bisa menikah itu yang saya khawatir “ paparnya.

Dirinya menegaskan bahwa di Kota Bekasi belum ada sinyal diberlakukanya kebijakan tersebut. “Kalau untuk kota kita belum ada bahasan sertifikat laik nikah,“ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bekasi Barat, Madinah menuturkan, aturan tersebut bakal menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Aturan tersebut dinilai terlalu rumit.

Menurutnya, sebagai pelayan masyarakat, sejatinya tidak membuat masyarakat rumit.

“Kalau menurut saya kita jangan terlalu membebani masyarakat. Tapi kalau itu tujuannya bagus yak mau nggak mau harus kita dukung,“ ungkapnya.

Madinah menuturkan, setiap kebijakan terdapat dua sisi yakni sisi kebaikan dan kelemahan. Ia mengaku pernah menjumpai masyarakat yang membawa sertifikat laik kawin tersebut sebagai salah satu calon pengantin berasal dari Jakarta dan menikah di Kota Bekasi.

“Ada kebaikan dan ada juga sisi kelemahannya. Sekarang kita sebagai warga lihat aja kalau memang itu program bagus ya kita dukung, kalau  kira-kira nggak menguntungkan ya kita harus tanya jawab dan sebagainya, “ imbuhnya.  (sur)

Lebihkan

Artikel terkait

Close